Misteri Tragedi Air India 171 Bikin Pakar Penerbangan Geleng Kepala
Kamis, 19 Juni 2025 | 08:37 WIB
Jika hasil data menunjukkan bahwa kedua mesin masih aktif saat kecelakaan terjadi, maka perhatian penyelidik akan mengarah ke sistem aerodinamika, terutama flap dan slat yang berfungsi menambah daya angkat pesawat di kecepatan rendah. Namun, bila ditemukan kerusakan pada sistem kontrol penerbangan otomatis, maka masalah ini bisa meluas dan berdampak pada reputasi Boeing secara global.
“Terlebih, Boeing 787 adalah pesawat yang sangat populer dan telah digunakan lebih dari 1.100 unit di seluruh dunia, termasuk dalam armada Air India," jelas BBC.
Kementerian Perhubungan India mengonfirmasi bahwa dari 33 unit Boeing 787 yang dimiliki Air India, sebanyak 24 unit telah diperiksa, dan tidak ditemukan masalah serius. Sementara itu, Presiden dan CEO Boeing, Kelly Ortberg, menyatakan komitmen untuk mendukung penuh penyelidikan ini. Proses investigasi dipimpin oleh tim AAIB India dan melibatkan kolaborasi lintas negara, termasuk dari Boeing, General Electric (pabrikan mesin), serta otoritas keselamatan dari Amerika Serikat dan Inggris.
Peter Goelz, mantan direktur NTSB Amerika Serikat, menegaskan bahwa teknologi investigasi saat ini jauh lebih maju dibanding beberapa dekade lalu. Menurutnya, alat perekam modern bisa mencatat ribuan parameter teknis setiap detik, berbanding jauh dengan rekaman pada tahun 1990-an yang hanya mencatat empat variabel utama. Dengan teknologi ini, penyelidik dapat membangun ulang seluruh kronologi kecelakaan secara lebih akurat.
Puing-puing pesawat Air India 171 juga tak kalah penting. Setiap bagian, mulai dari baut, mur, saluran bahan bakar, hingga filter akan diperiksa. Jika data digital sudah memberikan gambaran kuat, rekonstruksi fisik mungkin tidak diperlukan secara menyeluruh. Namun, pemeriksaan mendetail terhadap sistem bahan bakar tetap harus dilakukan, termasuk pada peralatan pengisian yang digunakan sebelum keberangkatan.
Tak hanya itu, riwayat perawatan pesawat, data kesalahan teknis sebelumnya, serta log komunikasi ACARS akan ditelaah. Pelatihan awak, performa dalam simulator, hingga lisensi juga akan dievaluasi untuk memastikan bahwa kru benar-benar siap menghadapi situasi darurat. Bahkan komponen pesawat yang pernah diganti akan dilacak ulang guna mencari kemungkinan adanya pola kerusakan yang luput dari pengawasan.
Tragedi Air India 171 memang membuat banyak pakar penerbangan geleng kepala. Masih terlalu banyak hal yang belum terjawab, dan investigasi ini menjadi salah satu yang paling kompleks dalam sejarah penerbangan sipil India. Dengan teknologi yang canggih dan kolaborasi internasional, harapannya penyebab kecelakaan bisa diungkap secara transparan.
Bagi Air India, peristiwa ini bukan hanya duka mendalam, tapi juga momen refleksi untuk memperkuat standar keselamatan di masa mendatang. Dunia menunggu jawaban, dan semua mata kini tertuju pada kesimpulan yang akan lahir dari misteri kelam ini.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Revitalisasi Alun-alun Kota Serang Ditargetkan Rampung Desember 2026




