AS Bombardir Fordow, Iran Balas Hantam Israel dengan 40 Rudal
Minggu, 22 Juni 2025 | 16:34 WIB
Teheran, Beritasatu.com - Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran mencapai titik kritis. Situs nuklir Fordow milik Iran menjadi sasaran utama dalam serangan udara AS yang diluncurkan Minggu (22/6/2025) dini hari.
Serangan ini memicu respons keras dari Iran, memperingatkan bahwa “perang berbahaya” telah dimulai dan menyerang balik dengan puluhan rudal ke Israel.
Citra satelit terbaru dari Planet Labs PBC yang diperoleh oleh Associated Press mengonfirmasi kerusakan nyata pada pintu masuk fasilitas bawah tanah Fordow.
Gunung yang menjadi pelindung alami fasilitas nuklir ini tampak mengalami perubahan kontur, dengan warna abu-abu mendominasi area yang sebelumnya berwarna cokelat.
Asap tipis masih tampak membumbung, mengindikasikan serangan menggunakan bom penghancur bunker bertenaga tinggi.
Serangan ini menjadi yang pertama kali dilakukan AS secara langsung terhadap target nuklir Iran, menandai eskalasi dramatis dalam konflik yang sebelumnya hanya melibatkan Israel dan Iran.
Trump Klaim Situs Nuklir Iran Hancur Total
Presiden AS Donald Trump, dalam pernyataan dari Gedung Putih dan unggahan di media sosial, menyebut bahwa tiga situs nuklir Iran, yakni Fordow, Natanz, dan Isfahan telah “hancur total” berkat serangan udara presisi tinggi menggunakan pesawat pengebom siluman B-2 dan bom penghancur bunker seberat 30.000 pon.
“Semua pesawat telah keluar dari wilayah udara Iran dan kembali dengan selamat. Ini adalah momen bersejarah bagi Amerika Serikat, Israel, dan dunia,” tulis Trump.
Belum ada penilaian kerusakan independen yang bisa memastikan klaim tersebut.
Namun, Organisasi Energi Atom Iran mengakui tiga situs tersebut memang menjadi sasaran, meski mereka menegaskan bahwa tidak ada kontaminasi radioaktif dan program nuklir Iran tidak akan berhenti.
Iran Bersumpah Akan Balas, Kirim 40 Rudal ke Israel
Tak lama setelah serangan udara AS, militer Iran melalui Garda Revolusi Islam (IRGC) meluncurkan rentetan 40 rudal ke Israel, termasuk rudal jarak jauh Khorramshahr-4 yang mampu membawa banyak hulu ledak.
Rudal-rudal tersebut menghantam berbagai titik di Israel, termasuk sebuah gedung bertingkat di Tel Aviv yang rusak parah. Lebih dari 80 orang terluka, dan sejumlah rumah di sekitarnya hancur total.
Militer Israel mengeklaim telah menetralkan sebagian besar peluncur rudal Iran dan memulai serangan balasan ke target-target militer di wilayah barat Iran.
Iran Sebut AS Telah Lancarkan Perang Berbahaya
Dalam pernyataan keras, Kementerian Luar Negeri Iran menuduh AS telah mengkhianati diplomasi dengan menyerang negara berdaulat untuk mendukung Israel. Mereka menyebut tindakan ini sebagai perang berbahaya yang sah dibalas.
“Republik Islam Iran memiliki hak untuk melawan dengan kekuatan penuh terhadap agresi militer Amerika Serikat,” demikian bunyi pernyataan resmi pemerintah Iran.
Mereka juga memperingatkan bahwa siapa pun, baik negara atau entitas yang membantu Israel secara militer dapat dianggap sebagai musuh dan target sah bagi Angkatan Bersenjata Iran.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan Biaya di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




