ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Trump Unggah Video AI Obama Jadi Napi di Penjara, Apa Maksudnya?

Senin, 21 Juli 2025 | 23:03 WIB
SL
SL
Penulis: Surya Lesmana | Editor: LES
Trump unggah video AI Ba dan Barack Obama ditangkap dan dipenjara.
Trump unggah video AI Ba dan Barack Obama ditangkap dan dipenjara. (YouTube.com/Mirror Now)

Washington, Beritasatu.com – Presiden AS Donald Trump kembali memicu kontroversi dengan mengunggah video kecerdasan buatan (AI) yang menunjukkan mantan Presiden Barack Obama ditangkap dan dijebloskan ke penjara.

Video tersebut diunggah Trump melalui platform miliknya, Truth Social, pada Minggu (20/7/2025). Dalam klip bergaya TikTok itu, tampak Obama mengatakan dalam pidato kampanye bahwa "tidak ada seorang pun yang kebal hukum". Tak lama kemudian, ia terlihat diborgol oleh petugas di Ruang Oval, dengan Trump yang tersenyum lebar menyaksikan kejadian itu.

Adegan tersebut merupakan hasil rekayasa AI menggunakan cuplikan pertemuan asli antara kedua tokoh di Gedung Putih pada November 2016, saat Trump terpilih sebagai presiden dan Obama bersiap meninggalkan jabatannya. Video berlanjut memperlihatkan sosok Obama mengenakan pakaian tahanan oranye di sebuah penjara federal, diiringi lagu disko tahun 1970-an, YMCA dari The Village People, yang kerap digunakan Trump dalam kampanye.

ADVERTISEMENT

Unggahan ini tampaknya merupakan tanggapan Trump atas komentar dari Direktur Intelijen Nasional (DNI), Tulsi Gabbard, dalam acara Sunday Morning Futures di Fox News. Gabbard menuduh Obama mengatur kudeta selama bertahun-tahun untuk menggagalkan pemerintahan Trump.

Pada Jumat (18/7/2025) sebelumnya, Gabbard menyatakan akan melaporkan sejumlah pejabat era Obama, termasuk mantan Direktur FBI James Comey dan mantan Direktur Intelijen Nasional James Clapper, ke Departemen Kehakiman. Ia menuduh mereka memalsukan informasi intelijen untuk mendukung klaim campur tangan Rusia dalam pemilu 2016 demi menjatuhkan Trump.

Selama akhir pekan, Trump membagikan pernyataan Gabbard sebanyak 17 kali di Truth Social. Aksi ini dinilai banyak pihak sebagai upaya mengalihkan perhatian publik dari isu sensitif terkait hubungannya dengan mendiang Jeffrey Epstein, miliarder pedofil yang ditemukan tewas di penjara New York pada 2019.

Pemerintahan Trump baru-baru ini menuai kritik setelah menyatakan bahwa tidak ada "daftar klien" Epstein dan bahwa Epstein meninggal karena bunuh diri. Pernyataan ini memicu kemarahan sebagian pendukung Trump yang menuntut keadilan bagi para korban dan penyelidikan lebih lanjut terhadap jaringan Epstein.

Berbicara kepada Bartiromo, Gabbard menegaskan, tujuan mereka adalah menumbangkan kehendak rakyat Amerika dengan melakukan kudeta politik selama bertahun-tahun, guna mencabut mandat kekuasaan dari presiden terpilih.

Pernyataan Gabbard langsung menuai kecaman dari kalangan Demokrat. Senator Virginia Mark Warner, anggota senior Komite Intelijen Senat, menyebut tuduhan itu sebagai upaya mengaburkan fakta.

“Sayangnya, tidak mengejutkan bahwa DNI Gabbard, yang sebelumnya berjanji akan menjauhkan politik dari komunitas intelijen, kini justru menggunakan jabatannya untuk menyebarkan teori konspirasi,” tulis Warner melalui platform X.

Ia juga mengkritik Gabbard karena menyebut staf intelijennya sendiri sebagai pelaku konspirasi pengkhianatan, tetapi enggan menyebut Edward Snowden sebagai pengkhianat negara.

Hingga saat ini, Obama belum memberikan tanggapan resmi atas unggahan video AI tersebut. Sementara itu, Trump terus mengunggah konten serupa, termasuk foto-foto hasil rekayasa digital yang menunjukkan mantan anggota kabinet Obama berada di penjara, dan menyerukan penangkapan terhadap Senator Demokrat California, Adam Schiff.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Publik AS Mulai Resah, Trump Janji Perang Iran Segera Berakhir

Publik AS Mulai Resah, Trump Janji Perang Iran Segera Berakhir

INTERNASIONAL
Harga Perak Antam Jumat 3 April Turun Tajam Ikuti Pasar Global

Harga Perak Antam Jumat 3 April Turun Tajam Ikuti Pasar Global

EKONOMI
Pasar Global Tertekan, Harga Minyak Melonjak seusai Pernyataan Trump

Pasar Global Tertekan, Harga Minyak Melonjak seusai Pernyataan Trump

EKONOMI
Wall Street Bervariasi setelah Pidato Trump dan Lonjakan Harga Minyak

Wall Street Bervariasi setelah Pidato Trump dan Lonjakan Harga Minyak

EKONOMI
Kasad AS Dicopot di Tengah Perang dengan Iran, Ada Apa?

Kasad AS Dicopot di Tengah Perang dengan Iran, Ada Apa?

INTERNASIONAL
Pezeshkian Tegaskan Rakyat Iran Tak Musuhi Warga AS meski Diserang

Pezeshkian Tegaskan Rakyat Iran Tak Musuhi Warga AS meski Diserang

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT