Suka Musik Metal dan Moge, Calon PM Jepang Mirip dengan Jokowi
Minggu, 5 Oktober 2025 | 12:01 WIB
Takaichi pertama kali terpilih sebagai anggota parlemen dari daerah asalnya di Nara pada 1993. Sejak itu, ia telah memegang sejumlah jabatan penting di partai dan pemerintahan, termasuk sebagai menteri keamanan ekonomi, menteri urusan dalam negeri, serta menteri kesetaraan gender.
Sebagai anggota parlemen perempuan di partai konservatif, Takaichi sering menghadapi keterbatasan peran karena isu keberagaman dan kesetaraan gender kerap diabaikan. Namun, ia tetap berpegang pada pandangan tradisional yang disukai para senior laki-laki di partainya.
Saat ini, perempuan hanya mencakup sekitar 15% dari anggota majelis rendah Jepang, lembaga legislatif paling berpengaruh di negara tersebut. Selain itu, hanya dua dari 47 prefektur yang memiliki gubernur perempuan.
Takaichi juga dikenal memiliki pandangan revisionis terhadap sejarah masa perang dan bersikap tegas terhadap China. Pengamat menilai sikap tersebut berpotensi memperumit hubungan Jepang dengan Beijing dan Seoul.
Kerasnya pandangan politik Takaichi turut menimbulkan kekhawatiran terhadap stabilitas hubungan antara LDP dan Komeito, partai moderat yang didukung kelompok Buddha. Meski menilai koalisi itu penting bagi partainya, ia menyatakan terbuka untuk bekerja sama dengan kelompok sayap kanan ekstrem.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan Biaya di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




