Serangan Israel Tewaskan 11 Warga Gaza di Tengah Gencatan Senjata
Minggu, 15 Februari 2026 | 19:12 WIB
Gaza, Beritasatu.com - Sedikitnya 11 warga Palestina dilaporkan tewas dan sejumlah lainnya terluka dalam serangan udara Israel di Jalur Gaza, Minggu (15/2/2026). Serangan tersebut terjadi di tengah gencatan senjata yang ditandatangani pada 10 Oktober 2025.
Korban jiwa dilaporkan muncul akibat serangan udara yang berlangsung sejak Subuh di berbagai wilayah Gaza.
Sumber medis setempat menyebutkan lima orang tewas dan beberapa lainnya luka-luka dalam serangan udara yang menargetkan sekelompok warga sipil di barat daya Khan Younis, Gaza selatan.
Menurut keterangan saksi mata, empat korban lainnya tewas akibat serangan pesawat tak berawak yang menghantam sebuah tenda pengungsi di kawasan Al-Faluja, sebelah barat Kota Jabalia.
Sementara itu, seorang warga Palestina tewas dan sejumlah lainnya terluka dalam serangan yang menargetkan kerumunan warga di dekat University College, kawasan Tal al-Hawa, barat daya Kota Gaza.
Belum tersedia perincian resmi mengenai identitas maupun lokasi pasti korban ke-11.
Secara terpisah, dilaporkan terjadi penghancuran rumah-rumah warga di timur laut kamp pengungsi Jabalia. Serangan tersebut disertai penembakan artileri berat serta tembakan dari kendaraan militer di kawasan tersebut.
Perjanjian gencatan senjata yang diteken pada 10 Oktober 2025 sebelumnya mengakhiri perang 2 tahun yang dimulai pada 8 Oktober 2023.
Otoritas Palestina menyatakan konflik tersebut telah menewaskan lebih dari 72.000 warga Palestina dan melukai lebih dari 171.000 lainnya. Sekitar 90% infrastruktur sipil dilaporkan mengalami kerusakan.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan biaya rekonstruksi Gaza mencapai sekitar US$ 70 miliar.
Menurut data Kementerian Kesehatan Gaza, setidaknya 601 warga Palestina tewas dan lebih dari 1.600 lainnya terluka akibat serangan Israel sejak gencatan senjata diberlakukan.
Situasi keamanan di Gaza hingga kini masih dilaporkan tidak stabil, meski kesepakatan gencatan senjata secara resmi masih berlaku.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Harga Emas Dunia Tertekan Imbas Data Tenaga Kerja AS yang Kuat




