ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

AS Langgar Gencatan Senjata, Iran: Selat Hormuz Tak Bisa Dibuka

Kamis, 23 April 2026 | 08:13 WIB
HH
HH
Penulis: Harumbi Prastya Hidayahningrum | Editor: HP
Selat Hormuz
Selat Hormuz (European Space Agency)

Teheran, Beritasatu.com - Pemerintah Iran menyatakan Selat Hormuz belum dapat dibuka menyusul dugaan pelanggaran gencatan senjata oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel. Pernyataan ini menandai meningkatnya ketegangan di jalur pelayaran strategis tersebut.

Kepala negosiator Iran dalam pembicaraan dengan AS, Mohammad Bagher Ghalibaf menegaskan pembukaan Selat Hormuz tidak mungkin dilakukan dalam situasi saat ini. Ia menuding adanya pelanggaran gencatan senjata yang terang-terangan oleh AS dan Israel.

Dalam pernyataannya di platform X, Ghalibaf menyebut pelanggaran tersebut mencakup blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

ADVERTISEMENT

Ia menilai langkah tersebut sama dengan menjadikan ekonomi global sebagai sandera, serta menyoroti provokasi perang oleh Israel di berbagai lini.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan negaranya tetap membuka peluang negosiasi. Namun, ia mengingatkan pelanggaran komitmen, blokade, dan ancaman menjadi hambatan utama bagi terciptanya dialog yang tulus.

“Pelanggaran komitmen, blokade, dan ancaman adalah hambatan utama untuk negosiasi yang tulus,” ujarnya, dikutip dari BBC, Kamis (23/4/2026).

Pada sisi lain, rencana pembicaraan damai antara Iran dan Amerika Serikat yang sempat diperkirakan berlangsung di Pakistan pekan ini belum terealisasi. Wakil Presiden AS JD Vance yang dijadwalkan memimpin delegasi juga masih berada di Amerika Serikat.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengumumkan perpanjangan gencatan senjata yang semula akan berakhir pada Rabu (22/4/2026). Gedung Putih kemudian menegaskan perpanjangan tersebut berlaku tanpa batas waktu.

Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt menyebut Trump puas dengan blokade angkatan laut terhadap Iran dan menilai posisi Teheran saat ini melemah.

“Ini bukan kapal AS, ini bukan kapal Israel,” ujar Leavitt menanggapi penyitaan kapal oleh Iran.

Ia menilai hal tersebut bukanlah pelanggaran gencatan senjata.

Di tengah situasi tersebut, Iran mengumumkan telah menyita dua kapal kargo di Selat Hormuz untuk keperluan inspeksi. Langkah ini menyusul laporan serangan terhadap tiga kapal di kawasan tersebut.

Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan kapal-kapal tersebut diduga beroperasi tanpa izin, melakukan pelanggaran berulang, serta mencoba meninggalkan wilayah secara diam-diam dengan merusak sistem navigasi.

Iran juga memperingatkan akan mengambil tindakan tegas terhadap setiap pelanggaran di jalur pelayaran tersebut. Selat Hormuz sendiri merupakan jalur vital perdagangan global, khususnya distribusi energi.

Sementara itu, data pelacakan maritim menunjukkan salah satu kapal yang sebelumnya dilaporkan diserang, Euphoria, telah berlabuh di dekat Uni Emirat Arab tanpa kerusakan signifikan atau korban jiwa.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

AS Sebut Tak Ada Bukti Iran Kembali Tutup Selat Hormuz

AS Sebut Tak Ada Bukti Iran Kembali Tutup Selat Hormuz

INTERNASIONAL
Iran Tutup Selat Hormuz karena AS Langgar Kesepakatan Damai

Iran Tutup Selat Hormuz karena AS Langgar Kesepakatan Damai

INTERNASIONAL
Iran Kembali Tutup Selat Hormuz Saat Pelayaran Kapal Mulai Pulih

Iran Kembali Tutup Selat Hormuz Saat Pelayaran Kapal Mulai Pulih

EKONOMI
Iran Umumkan Aturan Baru bagi Kapal yang Ingin Melintasi Selat Hormuz

Iran Umumkan Aturan Baru bagi Kapal yang Ingin Melintasi Selat Hormuz

INTERNASIONAL
Trump Klaim AS Diam-diam Loloskan 87 Kapal Tanker Lewati Selat Hormuz

Trump Klaim AS Diam-diam Loloskan 87 Kapal Tanker Lewati Selat Hormuz

INTERNASIONAL
Pelayaran Kapal Tanker Mulai Aktif Kembali di Selat Hormuz

Pelayaran Kapal Tanker Mulai Aktif Kembali di Selat Hormuz

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon