ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Murka, Iran Sebut Blokade AS Hambat Negosiasi

Kamis, 23 April 2026 | 09:35 WIB
HH
HH
Penulis: Harumbi Prastya Hidayahningrum | Editor: HP
Presiden Iran Masoud Pezeshkian.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian. (AP Photo/Vahid Salemi)

Teheran, Beritasatu.com - Para pemimpin Iran menyampaikan pesan yang seragam terkait hubungan dengan Amerika Serikat (AS), yakni blokade angkatan laut harus diakhiri agar perundingan dapat berjalan.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh sejumlah pejabat tinggi Iran, termasuk Presiden Masoud Pezeshkian dan Ketua Parlemen sekaligus Kepala Negosiator Mohammad Bagher Ghalibaf. Keduanya menegaskan posisi Teheran yang tetap terbuka terhadap diplomasi, tetapi dengan sejumlah syarat mendasar.

Presiden Masoud Pezeshkian menegaskan Iran tidak menutup pintu dialog dengan Amerika Serikat. Namun, ia menilai langkah blokade angkatan laut di Selat Hormuz menjadi hambatan utama bagi terciptanya negosiasi yang konstruktif.

ADVERTISEMENT

Selain itu, Pezeshkian juga menyoroti sejumlah faktor lain yang memperburuk hubungan kedua negara, termasuk retorika dan bahasa yang dinilai mengancam, serta janji-janji yang dianggap tidak ditepati oleh pihak AS.

Situasi tersebut, menurutnya, memperdalam krisis kepercayaan antara Teheran dan Washington.

Pada sisi lain, Mohammad Bagher Ghalibaf menyampaikan pernyataan senada. Ia menegaskan pembukaan kembali Selat Hormuz menjadi salah satu isu kunci dalam hubungan Iran dan Amerika Serikat.

Menurut Ghalibaf, selama blokade masih berlangsung, maka peluang untuk mencapai kesepakatan akan sulit terwujud.

Pernyataan seragam dari para pejabat Iran ini mencerminkan posisi resmi pemerintah yang menginginkan perubahan konkret dari pihak Amerika Serikat sebagai prasyarat dimulainya kembali perundingan.

Ketegangan antara kedua negara hingga kini masih berlangsung, dengan Selat Hormuz kembali menjadi titik krusial dalam dinamika geopolitik global.

Jalur ini merupakan salah satu rute utama distribusi energi dunia, sehingga setiap eskalasi di kawasan tersebut berpotensi berdampak luas terhadap stabilitas ekonomi internasional.

Di tengah situasi tersebut, masa depan hubungan Iran dan Amerika Serikat masih sangat ditentukan oleh sejauh mana kedua pihak dapat membangun kembali kepercayaan dan mengurangi ketegangan yang ada.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Lolos Blokade AS, Supertanker Iran Bawa Minyak Rp 3,8 T ke Indonesia

Lolos Blokade AS, Supertanker Iran Bawa Minyak Rp 3,8 T ke Indonesia

INTERNASIONAL
Bawa Minyak Rp 3,8 T ke RI, Kapal Tanker Raksasa Iran Lolos Blokade AS

Bawa Minyak Rp 3,8 T ke RI, Kapal Tanker Raksasa Iran Lolos Blokade AS

EKONOMI
Iran Punya Cadangan Minyak hingga Agustus, Pakar: Trump Bagaimana?

Iran Punya Cadangan Minyak hingga Agustus, Pakar: Trump Bagaimana?

INTERNASIONAL
Iran Sebut Blokade AS Langgar Gencatan Senjata

Iran Sebut Blokade AS Langgar Gencatan Senjata

INTERNASIONAL
Supertanker Iran Tembus Hormuz, Klaim Blokade AS Dipertanyakan

Supertanker Iran Tembus Hormuz, Klaim Blokade AS Dipertanyakan

INTERNASIONAL
Efektivitas Blokade AS di Hormuz Diragukan, Sejumlah Kapal Masih Lewat

Efektivitas Blokade AS di Hormuz Diragukan, Sejumlah Kapal Masih Lewat

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon