Harga BBM Naik, Demokrat Desak Republik Akhiri Perang Iran
Rabu, 13 Mei 2026 | 07:00 WIB
Washington, Beritasatu.com - Senator Amerika Serikat (AS) dari Partai Demokrat, Chuck Schumer, mendesak Partai Republik mendukung pemungutan suara untuk menghentikan perang Presiden Donald Trump terhadap Iran. Desakan itu muncul di tengah meningkatnya tekanan ekonomi yang dirasakan masyarakat AS akibat lonjakan harga energi.
Schumer menilai konflik berkepanjangan dengan Iran telah berdampak langsung terhadap kenaikan harga bahan bakar di AS. Ia menyebut masyarakat kini harus menanggung harga bahan bakar minyak (BBM) yang semakin mahal.
“Rakyat Amerika membayar lebih dari US$ 4,50 per galon untuk bensin karena Trump menolak untuk mengakhiri perang ini,” tulis Schumer dalam unggahan di media sosial X, dikutip Rabu (13/5/2026).
Dalam unggahan yang sama, Schumer juga meminta Partai Republik mendukung resolusi kekuatan perang yang diusulkan Partai Demokrat untuk menghentikan keterlibatan militer AS dalam konflik dengan Iran.
“Jika Partai Republik peduli sedikit tentang menurunkan biaya dan membela pasukan kita, mereka akan mendukung resolusi kekuatan perang Demokrat untuk mengakhiri perang dengan Iran ini,” lanjutnya.
Resolusi kekuatan perang atau war powers resolution merupakan mekanisme hukum di AS yang dirancang untuk membatasi kewenangan presiden dalam melancarkan perang tanpa persetujuan Kongres. Aturan tersebut mengharuskan presiden memperoleh persetujuan Kongres setelah 60 hari keterlibatan militer berlangsung.
Partai Demokrat sebelumnya telah beberapa kali mencoba meloloskan resolusi serupa untuk menghentikan perang Trump terhadap Iran. Namun, upaya tersebut belum berhasil karena Demokrat berada dalam posisi minoritas di Kongres AS.
Sebagian besar pemungutan suara terkait kebijakan luar negeri dan militer masih terbelah berdasarkan garis partai, dengan mayoritas anggota Partai Republik tetap mendukung kebijakan Trump terhadap Iran.
Konflik AS-Iran dalam beberapa waktu terakhir turut memicu kekhawatiran pasar energi global. Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah membuat harga minyak dunia bergerak naik dan berdampak pada kenaikan harga bahan bakar di berbagai negara, termasuk Amerika Serikat.
Selain isu ekonomi, Demokrat juga menyoroti risiko keselamatan pasukan AS yang terlibat dalam konflik berkepanjangan di Timur Tengah. Mereka menilai Kongres harus memiliki peran lebih besar dalam menentukan arah kebijakan perang Amerika Serikat.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo




