Untuk Multi-Varian Baru, Gamaleya Kembangkan Vaksin Covid-19 Lanjutan
Minggu, 14 Februari 2021 | 20:21 WIB
Moskwa, Beritasatu.com- Institut Gamaleya kini sedang mengembangkan vaksin lanjutan yang lebih ampuh untuk mengalahkan multi-varian baru Covid-19. Produsen vaksin Sputnik V itu berharap vaksin lanjutan dapat diperbarui dengan cepat untuk mengatasi mutasi baru.
Seperti dilaporkan RT, Jumat (12/2), Gamaleya menyatakan pihaknya sedang mengerjakan teknologi yang akan mengarah pada serangan efektif terhadap beberapa varian virus corona.
Varian Covid-19 yang berlipat ganda, yang bisa menjadi kebal terhadap vaksin saat ini dan memperpanjang pandemi lebih jauh. Hingga kini, varian baru ini menjadi sumber perhatian utama bagi pemerintah dan petugas medis di seluruh dunia.
Tetapi solusi untuk masalah varian baru Covid-19 mungkin akan segera terjadi, setelah direktur Institut Gamaleya, Alexander Gintsburg, mengungkapkan target bahwa badan penelitian yang berbasis di Moskwa itu.
"Kami telah mengembangkan teknologi yang memungkinkan untuk dengan cepat dan efisien membuat agen vaksin yang akan memasukkan antigen bukan dari satu, tetapi dua, tiga, empat atau lima varian virus corona yang berbeda," ujarnya.
Dalam wawancara dengan saluran Rossiya 24, menurut Gintsburg, vaksin semacam itu harus dapat memberikan kekebalan dari semua jenis virus corona yang dapat mengancam suatu populasi pada waktu tertentu.
Sejauh ini, kata Gintsburg, semua mutasi yang diketahui tampaknya ditutupi oleh vaksin, tetapi itu mungkin berubah karena RNA virus seperti Covid-19 adalah objek yang paling cepat berubah di dunia.
"Vaksin multi-varian Rusia saat ini sedang dalam tahap penelitian, dengan uji klinis dijadwalkan akan dimulai pada akhir tahun. Vaksin jadi kemungkinan akan tersedia untuk pelanggan pada tahun 2022," ujar Gintsburg.
Banyak jenis virus corona telah ditemukan oleh para ilmuwan, tetapi tiga di antaranya menyebabkan kekhawatiran paling besar. Varian yang disebut Inggris, Afrika Selatan, dan Brasil telah menunjukkan banyak perubahan dalam protein lonjakannya, yang membuat virus menempel pada sel manusia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




