ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Singapura Pernah Tolak 2 Pengkotbah Nasrani karena Islamofobia

Rabu, 18 Mei 2022 | 12:07 WIB
SL
SL
Penulis: Surya Lesmana | Editor: LES
Ilustrasi Singapura.
Ilustrasi Singapura. (AFP)

Singapura, Beritasatu.com – Kasus yang dialami Ustaz Abdul Somad (UAS) ditolak masuk Singapura, juga pernah menimpa dua pengkhotbah Nasrani pada 2017 lalu dengan alasan Islamofobia. Permohonan keduanya untuk berbicara ditolak Kementerian Dalam Negeri Singapura.

Ketika itu, Kementerian Tenaga Kerja Singapura, berkonsultasi dengan Kementerian Dalam Negeri (MHA), menolak tawaran untuk izin kerja jangka pendek yang diperlukan bagi mereka untuk berkhotbah di Singapura.

"Kedua pengkhotbah telah membuat komentar yang merendahkan dan menghasut agama lain," kata MHA dalam sebuah pernyataan, yang dikeluarkan setelah Menteri Dalam Negeri dan Hukum K. Shanmugam.

Baca Juga: Singapura Sebut UAS Sebarkan Ajaran Ekstremis dan Segregasi

ADVERTISEMENT

"Mereka sangat Islamofobia dalam pernyataan mereka di luar Singapura, dan kami memutuskan kami akan melarang mereka," kata Shanmugam.

Salah satu pengkhotbah telah menggambarkan Allah sebagai "tuhan palsu" dan menyerukan doa bagi mereka yang "tertawan dalam kegelapan Islam".

Pengkhotbah ini juga menyebut umat Buddha dengan kata Ibrani yang berarti orang-orang yang "hilang, tak bernyawa, bingung dan mandul secara spiritual", kata pernyataan MHA.

Pengkhotbah lainnya telah merujuk pada "kejahatan Islam" dan "sifat jahat Islam dan Muhammad".

Dia juga mengatakan bahwa Islam adalah "bukan agama perdamaian" dan bahwa itu adalah "agama yang sangat membingungkan", tertarik pada "dominasi dunia" dan "sebuah agama yang didasarkan pada ... mematuhi hukum tanpa kompromi dan kejam yang sering berfokus pada peperangan dan perbudakan virtual. ".

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

2 Warga Singapura Jalani Karantina karena Ancaman Virus Hanta

2 Warga Singapura Jalani Karantina karena Ancaman Virus Hanta

INTERNASIONAL
Singapura Berlakukan Hukum Cambuk, Solusi Perangi Bullying Pelajar

Singapura Berlakukan Hukum Cambuk, Solusi Perangi Bullying Pelajar

INTERNASIONAL
Penjualan Mobil Listrik di Singapura Tiba-tiba Meledak

Penjualan Mobil Listrik di Singapura Tiba-tiba Meledak

OTOTEKNO
Perkara Jilat Sedotan, Remaja Prancis Ini Terancam 2 Tahun Penjara

Perkara Jilat Sedotan, Remaja Prancis Ini Terancam 2 Tahun Penjara

INTERNASIONAL
Klaim Wayang Budaya Melayu, PM Singapura Lawrence Wong 'Dirujak' Netizen

Klaim Wayang Budaya Melayu, PM Singapura Lawrence Wong 'Dirujak' Netizen

INTERNASIONAL
Singapura Tolak Wacana Pungut Pajak di Selat Malaka

Singapura Tolak Wacana Pungut Pajak di Selat Malaka

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon