ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kasus Keracunan MBG di Cianjur, Cak Imin: Tunggu Hasil Investigasi

Kamis, 24 April 2025 | 06:45 WIB
YP
R
Penulis: Yustinus Patris Paat | Editor: RZL
Sejumlah siswa di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mengalami gejala keracunan seusai menyantap makanan dari program MBG, Senin (21/4/2025)
Sejumlah siswa di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mengalami gejala keracunan seusai menyantap makanan dari program MBG, Senin (21/4/2025) (Beritasatu.com/Riski Maulana)

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, meminta masyarakat untuk menunggu hasil investigasi resmi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan jajarannya terkait kasus keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Cianjur, Jawa Barat. Ia mengimbau agar masyarakat tidak berspekulasi berlebihan mengenai penyebab insiden tersebut.

"Nanti kita tunggu saja hasil investigasinya. Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) harus segera mengambil langkah cepat agar kita bisa merasa tenang," ujar Cak Imin di gedung DPR, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (23/4/2025).

Cak Imin menekankan pentingnya investigasi menyeluruh dan mendalam untuk mengidentifikasi sumber utama penyebab keracunan. Hal ini diperlukan guna melakukan evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang.

ADVERTISEMENT

"Itu yang harus dicek, sumber utamanya. Apakah berasal dari dapur, proses pengangkutan, atau faktor lain. Saya minta Kementerian Kesehatan mengusut secara tuntas," tegasnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, telah mengunjungi langsung para siswa MAN 1 dan SMP PGRI 1 Cianjur yang mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program MBG.

Dadan menyatakan kunjungan tersebut merupakan bentuk empati dan tanggung jawab atas insiden keracunan MBG di Cianjur tersebut.

"Saya sangat prihatin dan memahami kekhawatiran para orang tua. Kesehatan anak-anak adalah prioritas utama kami," ungkapnya dalam keterangan tertulis.

BGN kini menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan yang sedang dianalisis di Labkesda Provinsi Jawa Barat. Hasilnya diperkirakan keluar dalam 7–10 hari ke depan.

Menurut Dadan, evaluasi total terhadap seluruh rantai distribusi makanan MBG sangat penting, meskipun dapur penyedia telah mengikuti standar yang berlaku. Evaluasi mencakup manajemen dapur, penyimpanan bahan makanan, serta distribusi ke sekolah.

"Kami akan memperketat pengawasan dan pelatihan bagi seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Ini bukan hanya soal penanganan kasus, tetapi juga membangun sistem pangan sekolah yang aman dan berkelanjutan," jelasnya.

Ia juga menegaskan program MBG merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia. “Asupan gizi yang baik sangat mendukung pertumbuhan fisik, perkembangan otak, dan kecerdasan anak-anak,” tambah Dadan.

BGN kini berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Cianjur, pihak sekolah, serta pengelola dapur untuk memperbaiki sistem distribusi makanan. Dadan mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan menunggu hasil investigasi resmi.

“Kami hadir, mendengar, dan bergerak. Anak-anak Indonesia adalah tanggung jawab kita bersama,” tutup Dadan terkait keracunan MBG di Cianjur.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon