Kronologi Lengkap Versi Rektor dan Polisi Soal Gas Air Mata di Unisba
Selasa, 2 September 2025 | 14:17 WIB
Bandung, Beritasatu.com - Rektor Universitas Islam Bandung (Unisba) Harits Nu’man menegaskan penggunaan gas air mata oleh aparat kepolisian pada Senin (2/9/2025) malam bukan ditujukan kepada mahasiswa Unisba.
Menurutnya, aksi demonstrasi mahasiswa telah berakhir sekitar pukul 17.00 WIB. Sementara posko kemanusiaan masih dibuka hingga pukul 21.00 WIB.
Namun, kericuhan terjadi setelah pukul 21.30 WIB, saat massa lain bergerombol dan memblokir Jalan Taman Radio hingga Taman Sari Bawah.
“Gerombolan inilah yang menjadi pemicu. Aparat melakukan sweeping terhadap massa yang memblokir jalan, bukan kepada mahasiswa di dalam kampus,” ujar Harits, Selasa (3/9/2025).
Ia menambahkan, kesalahpahaman kemudian menyebar karena lokasi kericuhan berdekatan dengan kampus. “Itu yang membuat informasi berkembang jadi liar seolah aparat menyerang kampus,” jelasnya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Hendra Rochmawan menyampaikan, di Jalan Taman Sari ditemukan tumpukan batu, kayu, hingga ban terbakar. Kelompok berpakaian hitam yang diduga anarko disebut sebagai pihak yang memprovokasi dan membentuk blokade jalan.
“Mereka mencoba memancing petugas mundur ke arah kampus agar terlihat menyerang Unisba. Bahkan ada provokasi dengan bom molotov ke arah tim patroli,” ungkapnya.
Hendra menjelaskan, tembakan gas air mata dilakukan di jalan raya, tetapi angin mendorongnya hingga ke area parkir Unisba. “Itu justru dimanfaatkan provokator untuk membenturkan mahasiswa dengan petugas,” tegasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo




