Banjir Rob Rendam Ribuan Rumah di Indramayu, 1 Kampung Terisolasi
Jumat, 5 Desember 2025 | 17:37 WIB
Indramayu, Beritasatu.com – Banjir rob kembali melanda kawasan pesisir Desa Eretan Wetan, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Jumat (5/12/2025). Ribuan rumah dan jalan desa terendam, membuat aktivitas masyarakat ikut tersendat.
Berdasarkan pantauan Beritasatu.com pada Jumat sore, genangan air yang cukup tinggi di sepanjang jalan desa membuat para pengendara harus menurunkan kecepatan. Tak sedikit sepeda motor mogok setelah nekat menerobos genangan yang dalam.
Kondisi terparah terjadi di Blok Empang. Di kampung ini, ketinggian air mencapai lebih dari satu meter, sementara genangan di dalam rumah warga berada di kisaran 80 sentimeter. Warga yang terisolasi hanya mengandalkan satu unit perahu karet bantuan dari BPBD untuk keluar-masuk kawasan pemukiman, sehingga mereka harus bergantian menunggu giliran untuk beraktivitas.
Warga Blok Empang, Sumarni (48), menyampaikan wilayah tempat tinggalnya hampir tak pernah kering karena banjir rob terjadi setiap hari. Ia menyebut air hanya surut sebentar lalu kembali naik, sehingga aktivitas warga sangat terganggu.
“Di Blok Empang ini setiap hari dan malam selalu terendam. Kalau surut sebentar, air datang lagi. Tidak pernah benar-benar kering,” ujarnya.
Sumarni mengungkapkan, warga yang hendak beraktivitas atau membeli kebutuhan harus menggunakan perahu. Jika berjalan kaki, ketinggian air dapat mencapai pinggang orang dewasa. Kondisi tersebut membuat banyak rumah akhirnya ditinggalkan pemiliknya karena mereka kelelahan menghadapi banjir yang terus berulang.
“Kalau tidak ada perahu kami terpaksa jalan kaki, air sampai sepinggang. Banyak yang pindah karena capek, mau beli kebutuhan saja susah,” ungkapnya.
Sumarni menyebut sejumlah warga sudah pindah sejak tahun lalu, baik dengan mengontrak maupun membeli rumah baru. Namun, ia masih bertahan karena keterbatasan biaya. Ia berharap pemerintah dapat memindahkan tempat tinggal mereka ke lokasi yang lebih aman.
“Saya tetap tinggal di sini karena tidak punya biaya untuk pindah. Saya berharap pemerintah bisa memindahkan rumah kami,” harapnya.
Sementara itu, aparat Desa Eretan Wetan, Nanto Budianto, mengatakan hampir seluruh wilayah desa terdampak banjir rob. Pemerintah desa bersama BPBD, TNI, Polri, dan dinas terkait telah meninjau seluruh titik banjir serta menyiapkan perahu karet untuk proses evakuasi jika dibutuhkan.
“Hampir seluruh wilayah Eretan Wetan terdampak. Kami bersama Brimob, Babinsa, Babinkamtibmas, BPBD, dan dinas lainnya sudah turun ke lapangan dan menyiapkan perahu karet untuk antisipasi evakuasi,” katanya.
Ia menyebut, air sempat mengalami pasang cukup tinggi, tetapi kini perlahan surut meski masih berpotensi kembali naik pada pagi hari.
Nanto memastikan hingga saat ini belum ada warga yang mengungsi. Namun pemerintah desa telah menyiapkan lokasi evakuasi di kantor desa dan kantor Koramil serta mengantisipasi pembukaan dapur umum jika ketinggian air kembali meningkat.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




