Wapres Gibran Pastikan Percepatan Penanganan Bencana di Bandung Barat
Minggu, 25 Januari 2026 | 15:44 WIB
Bandung, Beritasatu.com - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka memastikan proses penanganan bencana banjir bandang dan tanah longsor di Desa Pasirlangu, Cisarua, Bandung Barat, Jawa Barat, bisa berjalan cepat, terpadu, dan sesuai kebutuhan.
"Saya mohon maaf atas kejadian ini. Tim sudah turun semua ke lapangan dan kita upayakan semaksimal mungkin untuk pencarian korban," kata Gibran kepada warga terdampak saat mengunjungi Posko Pengungsian di Balai Desa Pasirlangu, Minggu (25/1/2026).
Kunjungan wapres merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto yang meminta pemerintah hadir dengan cepat di tengah masyarakat terdampak. Prabowo juga menginstruksikan untuk mengutamakan keselamatan warga.
Seusai sempat melihat kondisi lapangan, Gibran menyempatkan untuk bertemu masyarakat terdampak yang sedang mengungsi. Dirinya secara khusus meminta jajaran terkait untuk memberikan perhatian lebih kepada kelompok rentan, yakni anak-anak, ibu hamil, lansia, dan penyandang disabilitas.
"Saya titip warga yang ada di pengungsian ini, terutama anak-anak, ibu hamil, lansia, dan difabel agar benar-benar diprioritaskan. Pastikan makan tiga kali sehari dan obat-obatan tersedia. Tim kesehatan harus siaga 24 jam," tegasnya kepada jajaran terkait.
Terkait hunian warga yang terdampak, wapres memastikan pemerintah akan melakukan perbaikan rumah yang rusak. Gibran menyinggung opsi relokasi jika diperlukan, dengan catatan tidak menjauhkan warga dari mata pencahariannya.
"Rumah-rumah yang rusak akan diperbaiki. Jika perlu relokasi, mohon disosialisasikan dengan baik dan tidak terlalu jauh dari tempat asal serta sumber penghidupan warga," imbuhnya.
Selain penanganan fisik, wapres juga menekankan pentingnya evaluasi lingkungan dan pengawasan alih fungsi lahan sebagai upaya mitigasi. Hal ini diharapkan agar bencana serupa tidak terulang.
Jumlah Korban Meninggal
Data terkini bencana banjir bandang dan longsor yang terjadi pada Sabtu (24/1/2026) dini hari tersebut mengakibatkan 11 orang meninggal dunia. Tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap 79 warga yang dilaporkan hilang.
Selain itu, Posko Pengungsian Balai Desa Pasirlangu saat ini menampung 230 jiwa yang terbagi di aula desa dan GOR. Untuk kebutuhan logistik, Dinas Sosial Kabupaten Bandung Barat telah mendirikan dapur umum di SD Negeri 1 Pasirlangu.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno yang turut mendampingi wapres menegaskan fokus utama saat ini adalah penyelamatan jiwa.
"Kami mengutamakan penyelamatan jiwa. Operasi SAR dilakukan 24 jam nonstop karena masih ada puluhan warga yang dalam pencarian," ujar Pratikno.
Kepala Basarnas Mohammad Syafii menambahkan lebih dari 250 personel gabungan dikerahkan dalam operasi ini dengan dukungan teknologi drone dan armada udara. BNPB juga melakukan operasi modifikasi cuaca di wilayah Jawa Barat untuk mencegah curah hujan ekstrem yang dapat memicu bencana susulan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan Biaya di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




