PMI Asal Cianjur Disiksa Majikan di Timur Tengah, Tubuh Penuh Luka
Selasa, 24 Februari 2026 | 16:33 WIB
Cianjur, Beritasatu.com - Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan seorang pekerja migran Indonesia (PMI) asal Kecamatan Agrabinta, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, dalam kondisi memprihatinkan.
Dalam video tersebut, korban tampak mengalami luka-luka di sekujur tubuhnya yang diduga akibat penganiayaan oleh majikannya di Timur Tengah.
Berdasarkan informasi yang beredar, korban mengaku tidak diperbolehkan memegang telepon genggam selama bekerja. Selain itu, gajinya disebut-sebut ditahan dan ia diduga mendapat perlakuan tidak manusiawi selama bekerja di luar negeri.
Baca Juga: Pemerintah Pulangkan Pekerja Migran Ilegal dari Oman
Video tersebut menuai keprihatinan warganet. Banyak yang mendesak pemerintah untuk segera turun tangan membantu proses pemulangan korban ke tanah air.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Cianjur, Denny Widya Lesmana, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan keluarga korban serta pemerintah desa setempat untuk menindaklanjuti kasus tersebut.
“Kami sudah berkoordinasi dengan pemerintah setempat melalui desa dan keluarga. Saat ini kami juga telah mengirimkan surat ke Kementerian Luar Negeri agar kasus ini segera ditangani,” ujar Denny, Selasa (24/2/2026).
Menurut Denny, berdasarkan informasi yang diterima, korban mengalami luka cukup parah di sekujur tubuhnya, mulai dari kepala hingga kaki. Kondisinya disebut sangat memprihatinkan.
“Korban sudah ditangani dan telah dilakukan visum. Saat ini korban sedang dirawat di rumah sakit setempat dengan bantuan tetangganya,” jelasnya.
Berangkat secara Ilegal
Diketahui, korban telah bekerja di Timur Tengah selama kurang lebih dua tahun dengan proses pemberangkatan secara ilegal. Dalam beberapa bulan terakhir, korban diduga mengalami tindak kekerasan hingga akhirnya memutuskan melarikan diri dan meminta pertolongan warga sekitar.
“Untuk detail sejak kapan kekerasan itu terjadi memang belum terinci. Namun informasi dari keluarga, dalam beberapa bulan terakhir korban mengalami kekerasan hingga akhirnya kabur dan dibantu tetangganya,” tambahnya.
Saat ini korban masih menjalani perawatan di rumah sakit setempat dan telah bertemu dengan pihak Kementerian Luar Negeri untuk proses penanganan lebih lanjut. Pihak keluarga berharap pemerintah dapat segera memfasilitasi kepulangan korban ke Indonesia dengan aman dan tanpa hambatan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




