Kemacetan di Pos Penyekatan, Kapolresto Bogor: Masih Banyak Perusahaan Terapkan WFO
Senin, 5 Juli 2021 | 20:24 WIB
Bekasi, Beritasatu.com – Kapolrestro Bekasi Kota Kombes Pol Aloysius Supriyadi menjelaskan, kemacetan yang terjadi di pos penyekatan PPKM Darurat Sumber Arta Kalimalang karena masih banyak perusahaan nonesensial di Jakarta yang masih menerapkan bekerja dari kantor atau work from office (WFO).
Sementara, kebanyakan pegawainya berasal dari Kota Bekasi sehingga terjadi kemacetan di pos penyekatan Sumber Arta Kalimalang. Ribuan pengendara terjebak kemacetan saat antre pemeriksaan dokumen oleh petugas.
"Dari perusahaan masih banyak yang belum menerapkan work from home (WFH) kepada karyawannya," ujar Aloysius Supriyadi, Senin (5/7/2021).
Dia menegaskan, petugas di lapangan melakukan seleksi terhadap pengendara roda dua dan roda empat yang benar-benar bekerja di sektor esensial dan kritikal. Dua sektor ini yang dibolehkan melintas menuju ke Jakarta Timur. Sedangkan, pegawai nonesensial diputar balik menuju ke Kota Bekasi kembali.
"Kami melakukan seleksi pengendara, mana saja yang boleh melintas dan mana saja yang kembali ke rumah," tuturnya.
Saat penyeleksian para pengendara tersebut, terjadi antrean panjang. Ribuan kendaraan terjebak macet di sepanjang jalur Kalimalang tersebut.
Namun menjelang sore hari, petugas di lapangan mengubah rekayasa lalu lintas untuk menghindari kemacetan panjang.
Putar balik kendaraan yang dilakukan petugas lapangan, tak lagi bersinggungan dengan arus lalu lintas yang juga diputar balik dari arah Jakarta menuju ke Kota Bekasi.
Rekayasa ini dapat mengurai kepadatan saat petugas menyeleksi dokumen pengendara yang benar-benar bekerja di sektor esensial dan kritikal pada sore hari.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo




