ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Di Tangan Gibran dan Wishnutama, Lokananta Bakal Disulap Jadi Ruang Kreatif untuk Anak Muda Solo

Kamis, 4 Maret 2021 | 22:09 WIB
HS
B
Penulis: Hendro Dahlan Situmorang | Editor: B1
Gibran Rakabuming dan Wishnutama di Studio Lokananta, Solo.
Gibran Rakabuming dan Wishnutama di Studio Lokananta, Solo.

Solo, Beritasatu.com - Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka mengajak mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Wishnutama Kusubandio untuk membicarakan masa depan Studio Lokananta Solo.

Mengaku belum ada rencana pasti, namun Gibran mengemukakan alasannya mengajak Wishnutama ke studio rekaman tertua Indonesia itu.

"Belum ada rencana apa-apa ini. Baru mau lihat, makanya saya bawa senior kita Pak Wishnutama biar melihat potensi di Kota Solo itu seperti apa. Beliau kan ahlinya" kata Gibran dalam keterangan yang diterima Beritasatu, Kamis (4/3/2021).

Namun Gibran menegaskan bahwa ia ingin segera membangun ruang ruang publik kreatif untuk anak muda Solo. Lokananta dinilainya tepat karena memiliki narasi yang kuat sebagai pusat budaya pada zamannya. Hanya perlu dilakukan upgrade agar studio bersejarah itu sesuai dengan zaman sekarang.

ADVERTISEMENT

Sementara Wishnutama yang juga merupakan komisaris utama Telkomsel, mengaku dirinya diajak Gibran untuk melihat potensi yang bisa dibangun di kota Solo, khususnya di bidang digital dan ekonomi kreatif.

"Saya diundang Mas Gibran, untuk melihat salah satu potensi ke depan yang bisa dibangun di Kota Solo. Dan saya melihat, ini (Lokananta) kan bisa menjadi ruang baru buat generasi muda di Indonesia. Menurut saya cocok sekali dijadikan sandbox" ujar Tama, sapaan akrab Wishnutama.

Sandbox adalah sebuah pusat inkubasi yang melahirkan startup-startup baru. Biasanya diisi oleh anak anak muda yang berbakat, memiliki gagasan, pekerja keras dari berbagai latar belakang, baik teknologi, desain, bisnis dan pemasaran. Di Indonesia, istilah sandbox sendiri mulai popular saat drama Korea serial berjudul "Startup" viral.

Ia mencontohkan, salah satunya adalah untuk pusat ajang adu inovasi kreativitas yang bisa dikembangkan di Kota Solo. Bisa juga menjadi tempat pertemuan investor dan lainnya.

Menurut Tama, ada beberapa potensi yang bisa diimplementasikan di studio musik yang dibangun 29 Oktober 1956 itu.

Selain dimanfaatkan sebagai sandbox, creative hub, atau pusat UMKM kreatif, ruang-ruang yang ada juga bisa dimanfaatkan untuk kegiatan kreatif lainnya. Tama mengaku baru pertama kali mengunjungi Lokananta, sehingga akan mempelajari terlebih dulu.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon