Kisruh Tetangga Yai Mim Berlanjut, Sahara Bakal Laporkan Selebgram
Jumat, 24 Oktober 2025 | 19:09 WIB
Malang, Beritasatu.com - Perseteruan antara mantan dosen UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Imam Muslimin atau Yai Mim dengan tetangganya, Sahara tak kunjung redam. Kini, tak hanya Yai Mim yang dilaporkan, sejumlah selebgram juga terseret dalam perseteruan panas tersebut.
Kuasa hukum Sahara, Moh Zakki, menerangkan bahwa ada laporan baru yang akan dilayangkan oleh kliennya dalam waktu dekat. Laporan tersebut berkaitan dengan penyebaran fitnah maupun tindakan provokasi terhadap Sahara di media sosial (medsos).
“Kami akan melaporkan beberapa selebgram maupun tiktoker. Pasalnya, konten yang mereka buat berisi narasi provokasi, ujaran kebencian dan fitnah yang menyerang klien kami, yaitu mbak Sahara," ujar Moh Zakki, Jumat (24/10/2025).
Zakki menyebut, setidaknya ada delapan selebgram maupun tiktoker yang namanya akan diseret dalam laporan kali ini. Mereka berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur, seperti Pasuruan, Kediri termasuk salah satu diantaranya ada selebgram ternama asal Kota Malang.
"Ada yang salah satunya mengatakan lewat akun media sosial, bahwa klien kami adalah seorang LC (pemandu lagu). Padahal, itu jelas fitnah karena pernyataannya tidak bisa dipertanggungjawabkan," tegas Moh Zakki.
Meskipun demikian, Zakki tak menyebut secara pasti kapan laporan tersebut akan dilayangkan ke Polresta Malang Kota. Yang jelas, laporan tersebut akan segara masuk dalam waktu dekat.
Meskipun sejumlah postingan sudah dihapus oleh yang bersangkutan, namun ia memastikan bahwa sejumlah bukti telah berhasil dikantongi sebelumnya.
“Terkait kontennya sudah dihapus atau tidak, bukan menjadi persoalan. Karena kami sudah mengantong bukti-bukti jejak digitalnya baik tangkapan layar, maupun yang kami unduh videonya," pungkasnya.
Sebelumnya, perseteruan antara mantan dosen UIN Maulana Malik Ibrahim, Imam Muslimin bersama tetangganya, Sahara viral di media sosial.
Perseteruan ini sebelumnya sempat di mediasi oleh pihak pemerintah setempat, namun gagal dilakukan karena Imam Muslimin tidak mendatangi undangan.
Tak menemukan titik tengah, keduanya memilih jalur hukum dengan saling melapor ke Polresta Malang Kota. Laporan pertama dilayangkan oleh Sahara pada 18 September 2025, ia melaporkan Imam Muslimin dengan dugaan pencemaran nama baik.
Tak mau kalah, Imam Muslimin juga melaporkan Sahara terkait pencemaran nama baik. Tak berhenti di sana, Yai Mim sapaan akrabnya juga kembali melayangkan dua laporan terhadap Sahara, suami dan sejumlah warga lain tentang persekusi dan penistaan agama.
Hingga saat ini, proses penyidikan tengah bergulir di Polresta Malang Kota. Keduanya telah dimintai keterangan awal, sejumlah saksi juga telah dipanggil untuk dimintai kesaksian.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: Belanda Berpesta Gol ke Gawang Swedia di Houston




