Gelombang Laut di Probolinggo 1 Meter, Nelayan Wajib Waspada
Jumat, 13 Februari 2026 | 15:41 WIB
Probolinggo, Beritasatu.com - Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas IV Probolinggo, Jawa Timur memperingatkan nelayan dan operator kapal penyeberangan tradisional agar meningkatkan kewaspadaan saat melaut.
Peringatan ini dikeluarkan menyusul tinggi gelombang di perairan utara Probolinggo yang mencapai 0,5 hingga 1 meter. Kondisi cuaca ekstrem tersebut diperkirakan masih akan berlangsung hingga pertengahan Februari 2026.
Ancaman bencana hidrometeorologi di perairan utara Probolinggo masih membayangi aktivitas pelayaran dan perikanan. Gelombang tinggi yang disertai kecepatan angin berkisar antara 5 hingga 20 knot berpotensi membahayakan keselamatan nelayan, terutama kapal-kapal berukuran kecil.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Juanda, Sidoarjo, telah merilis peringatan cuaca ekstrem untuk hampir seluruh wilayah Jawa Timur. Peringatan tersebut berlaku mulai 11 hingga 20 Februari 2026.
Selain itu, BMKG juga mengeluarkan peringatan dini gelombang laut di sejumlah perairan Indonesia untuk periode 11 hingga 14 Februari 2026.
Peringatan ini dapat diperpanjang sewaktu-waktu sesuai perkembangan kondisi cuaca di lapangan.
Kepala KSOP Kelas IV Probolinggo I Gusti Agung Nyoman Arbawa mengatakan, pihaknya terus melakukan berbagai langkah antisipasi guna meminimalkan risiko kecelakaan laut.
Ia mengimbau seluruh nelayan dan operator kapal penyeberangan agar selalu memantau informasi prakiraan cuaca dari BMKG sebelum melaut.
“Dengan gelombang yang mencapai satu meter dan angin hingga 20 knot, kondisi ini cukup berisiko, terutama bagi kapal berukuran kecil,” ujar I Gusti Agung Nyoman Arbawa kepada wartawan, Jumat (13/02/2026).
Ia menambahkan, pihaknya juga telah memberikan imbauan langsung kepada para operator kapal serta menggelar doa bersama sebagai bentuk ikhtiar keselamatan.
“Keselamatan adalah yang utama. Jika kondisi tidak memungkinkan, sebaiknya menunda pelayaran sampai cuaca kembali normal. Kami harap seluruh pihak mematuhi imbauan yang telah kami keluarkan,” tegasnya.
Akibat kondisi cuaca tersebut, sebagian nelayan Probolinggo memilih membatasi area tangkap hanya dalam radius sekitar lima mil laut. Bahkan, tidak sedikit yang memutuskan untuk sementara waktu tidak melaut hingga situasi benar-benar dinilai aman.
KSOP Probolinggo memastikan akan terus memantau perkembangan cuaca dan berkoordinasi dengan BMKG guna menyampaikan informasi terkini kepada masyarakat pesisir dan para pelaku jasa pelayaran.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Harga Emas Dunia Tertekan Imbas Data Tenaga Kerja AS yang Kuat




