3 Kecamatan di Pasuruan Diterjang Banjir, Aktivitas Warga Terganggu
Senin, 16 Februari 2026 | 14:55 WIB
Pasuruan, Beritasatu.com - Wilayah Pasuruan, Jawa Timur, diterjang banjir yang merendam permukiman di Kecamatan Gempol, Beji, dan Bangil. Ketinggian air bervariasi mulai 10 sentimeter hingga 70 sentimeter.
Banjir terjadi akibat meluapnya Sungai Wrati, setelah kawasan hulu di Kecamatan Pandaan dan Prigen diguyur hujan berjam-jam.
Salah satu wilayah terdampak cukup parah berada di Desa Kedungringin, Kecamatan Beji. Hingga Senin pagi (16/2/2026), sejumlah ruas jalan perkampungan masih tergenang.
Di Kecamatan Beji, luapan Sungai Wrati merendam sedikitnya beberapa desa seperti Cangkringmalang, Kedungringin, dan Kedungboto dengan ketinggian air antara 10 hingga 70 sentimeter.
Kondisi tersebut, menyebabkan aktivitas warga terganggu bahkan nyaris lumpuh. Doni, warga Desa Kedungringin, mengatakan air mulai naik sejak Minggu sore.
“Air naik itu mulai hari Minggu sore, awalnya cuma di jalan. Baru masuk ke dalam rumah itu Senin dini hari tadi,” ujar Doni.
Sementara itu, Rosyadi, perangkat Desa Kedungringin, menyebut banjir terjadi akibat intensitas hujan tinggi di wilayah hulu, sehingga debit Sungai Wrati meningkat drastis dan meluap ke permukiman warga.
"Pengerukan sungai sebetulnya sudah dilakukan, tetapi karena hujan cukup tinggi membuat air tetap meluap," ungkapnya.
Sementara itu, BPBD Kabupaten Pasuruan mencatat, di Kecamatan Gempol, banjir terjadi di Desa Legok dan Desa Winong dengan ketinggian air 10-30 sentimeter, meski sebagian titik seperti Dusun Kebonsari dan Jalan Grogolan dilaporkan mulai surut.
Di Kecamatan Bangil, genangan terjadi di Kelurahan Kalianyar dengan ketinggian air 10–20 sentimeter, meliputi Lingkungan Bandaran, Kalianyar, dan Satak. Beberapa wilayah lain seperti Dusun Tambakan juga dilaporkan telah surut.
Sementara di Kecamatan Beji, genangan terparah berada di Desa Kedungringin. Di Dusun Kedungringin Tengah, ketinggian air mencapai 50–70 sentimeter.
Sedangkan di Balongrejo ketinggian air mencapai 40–50 sentimeter, serta di wilayah Gersikan, Kedungringin Selatan, dan Kedungringin Utara berkisar 20-40 sentimeter. Di Desa Kedungboto, ketinggian air tercatat 10-40 sentimeter.
Selain itu, di Kecamatan Winongan, sejumlah dusun di Desa Bandaran dan Winongan Lor, dilaporkan sempat tergenang namun kini telah surut.
BPBD Kabupaten Pasuruan terus melakukan pemantauan dan pendataan di lokasi terdampak, serta mengimbau warga tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Harga Emas Dunia Tertekan Imbas Data Tenaga Kerja AS yang Kuat




