ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Truk Terjun 50 Meter Akibat Longsor di Jalur Bromo

Selasa, 3 Maret 2026 | 15:57 WIB
Z
S
Penulis: Zulkiflie | Editor: JTO
Kondisi Truk di Jurang Seusai Disapu Tanah Longsor
Kondisi Truk di Jurang Seusai Disapu Tanah Longsor (Beritasatu.com/Zulkiflie)

Bangil, Beritasatu.com - Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Senin (2/3/2026) sore, memicu longsor di jalur Tosari-Nongkojajar, lereng Gunung Bromo. Sebuah truk colt diesel yang melintas dari arah Nongkojajar tersapu material tanah dan terperosok ke jurang sedalam sekitar 50 meter. Tiga orang di dalam kendaraan terluka.

Longsor terjadi di Desa Ngadiwono, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan. Tebing setinggi sekitar 10 meter dengan lebar kurang lebih 10 meter runtuh dan menutup badan jalan utama menuju kawasan wisata Bromo. Arus lalu lintas sempat lumpuh total.

Material tanah dan bebatuan yang meluncur deras menghantam truk yang tengah melintas. Kendaraan itu tidak sempat menghindar dan terseret hingga jatuh ke dasar jurang. Peristiwa tersebut sempat terekam kamera ponsel warga di sekitar lokasi.

ADVERTISEMENT

Warga bersama petugas gabungan segera melakukan evakuasi. Sopir dan dua kernet berhasil dikeluarkan dalam kondisi selamat meski mengalami luka. Ketiganya langsung dibawa ke Puskesmas Tosari untuk mendapatkan perawatan medis.

Dua kendaraan lain, yakni mobil Grand Max dan pikap L-300 yang berada tidak jauh dari lokasi, berhasil selamat. Namun sempat muncul dugaan satu unit sepeda motor turut terperosok ke jurang dan masih dalam proses pendataan.

Sejak Selasa (3/3/2026), tim gabungan dari BPBD Kabupaten Pasuruan, TNI, Polri, dan relawan melakukan pembersihan material longsor. Proses evakuasi bangkai truk berlangsung dramatis karena medan terjal dan kondisi tanah yang masih labil. Penarikan kendaraan dilakukan secara bertahap menggunakan alat berat dan tenaga manual.

Meski demikian, akses menuju kawasan Gunung Bromo melalui jalur Nongkojajar mulai dibuka secara terbatas dengan pengawasan petugas.

Data BPBD Kabupaten Pasuruan mencatat terdapat 18 titik longsor akibat hujan deras, terdiri atas 15 titik di Kecamatan Tosari, dua titik di Kecamatan Tutur, dan satu titik di Kecamatan Gondangwetan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, mengatakan intensitas hujan yang tinggi menjadi faktor utama terjadinya longsor. Ia menegaskan wilayah Tosari termasuk kawasan rawan pergerakan tanah saat curah hujan tinggi dan berlangsung lama.

“Kami mengimbau masyarakat dan pengguna jalan untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat melintasi jalur perbukitan di tengah kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan,” ujarnya.

Petugas hingga kini masih bersiaga untuk mengantisipasi kemungkinan longsor susulan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Longsor Cinangka Lebak Meluas, 4 Rumah Terancam Tergerus

Longsor Cinangka Lebak Meluas, 4 Rumah Terancam Tergerus

BANTEN
Jalur Longsor Cianjur Selesai Diperbaiki, KA Siliwangi Normal Lagi

Jalur Longsor Cianjur Selesai Diperbaiki, KA Siliwangi Normal Lagi

JAWA BARAT
Longsor Tutup Akses ke Wisata Gunung Padang, Alat Berat Dikerahkan

Longsor Tutup Akses ke Wisata Gunung Padang, Alat Berat Dikerahkan

JAWA BARAT
Tebing 70 Meter Longsor Lumpuhkan Jalan Utama Garut

Tebing 70 Meter Longsor Lumpuhkan Jalan Utama Garut

JAWA BARAT
Jalur KA Cipatat-Sukabumi Kembali Normal Seusai Tertimbun Longsor

Jalur KA Cipatat-Sukabumi Kembali Normal Seusai Tertimbun Longsor

JAWA BARAT
Korban Tertimbun Longsor di Sumedang Ditemukan, Operasi SAR Ditutup

Korban Tertimbun Longsor di Sumedang Ditemukan, Operasi SAR Ditutup

JAWA BARAT

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon