Jelang Lebaran, Penjahit Pinggir Jalan di Tulungagung Kebanjiran Order
Selasa, 17 Maret 2026 | 13:04 WIB
Tulungagung, Beritasatu.com - Menjelang Hari Raya Lebaran, jasa permak pakaian di kawasan Jalan Adi Sucipto, Tulungagung, mulai dipadati pelanggan. Warga datang membawa pakaian baru untuk disesuaikan ukurannya sebelum digunakan saat Lebaran.
Peningkatan jumlah pelanggan mulai terasa sejak dua pekan terakhir. Sejumlah penjahit kaki lima di lokasi tersebut mengaku menerima pesanan lebih banyak dibanding hari biasa, terutama untuk mengecilkan atau memotong pakaian baru.
Biaya jasa yang relatif terjangkau menjadi alasan utama warga memilih menggunakan layanan penjahit trotoar. Tarif permak dibanderol mulai Rp 10.000 hingga Rp 35.000, tergantung jenis pekerjaan dan tingkat kerumitannya.
Salah seorang pelanggan, Silvi Ayu, mengaku rutin datang setiap menjelang Lebaran untuk memperbaiki ukuran pakaian yang baru dibelinya.
“Saya ke sini untuk mengecilkan baju dan celana. Karena di sini ongkos jasa permak mulai Rp 10.000 tergantung tingkat kerumitan. Meski biayanya murah, kualitas jahit mereka cukup bagus,” ujarnya saat ditemui, Selasa (17/3/2026).
Salah satu penjahit, Anas, mengatakan, lonjakan pesanan mulai terlihat sejak dua minggu sebelum Lebaran.
“Alhamdulillah peningkatan pelanggan naik menjelang Lebaran. Jika hari-hari biasa hanya 10 sampai 15 orang, saat ini bisa mencapai 25 orang lebih. Dan mereka rata-rata memotong atau mengecilkan ukuran baju dan celana baru untuk digunakan Lebaran,” kata Anas.
Menurutnya, dalam kondisi normal jumlah pesanan sekitar 10 potong pakaian per hari, tetapi kini meningkat menjadi 25 hingga 30 potong setiap hari. Bahkan beberapa penjahit mulai membatasi penerimaan order agar seluruh pesanan selesai tepat waktu.
Di sepanjang lokasi tersebut terdapat belasan penjahit yang membuka jasa permak dengan pelanggan masing-masing. Kebutuhan yang paling banyak dikerjakan meliputi memotong panjang celana, mengecilkan ukuran baju, hingga membesarkan bagian tertentu pada pakaian.
Meski permintaan meningkat tajam, para penjahit memilih tetap mempertahankan tarif jasa tanpa menaikkan harga menjelang Lebaran.
Untuk mengejar target penyelesaian pesanan, sebagian pekerjaan juga dibawa pulang dan diselesaikan di rumah setelah jam operasional yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB hingga 17.00 WIB.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




