ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Selami Isra Mikraj Lewat Bungong Jeumpa, Paduan Warisan Budaya, dan Spiritualitas Aceh

Kamis, 8 Februari 2024 | 13:58 WIB
HS
NF
Penulis: Hendro Dahlan Situmorang | Editor: NF
Koleksi Nusantara kelima dari Saskara,
Koleksi Nusantara kelima dari Saskara, "Bungong Jeumpa". (Saskara/Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com – Brand lokal Saskara memeringati Isra Mikraj dengan mengangkat nilai-nilai Islam dan simbol spiritual Serambi Makkah, Aceh. Kedekatan di antara keduanya telah lama menjadi inspirasi bagi Saskara.

Koleksi Nusantara kelima dari Saskara, "Bungong Jeumpa", merupakan contoh perpaduan nilai-nilai Islam dengan keindahan alam Aceh yang terbingkai dalam sebuah karya.

“Seringkali saat kita berhadapan dengan seseorang yang kita anggap penting, kita berusaha tampil dalam keadaan terbaik. Tetapi bagaimana saat kita menghadap kepada Sang Maha Pencipta? Pesan itu yang kami coba sampaikan melalui produk-produk Saskara," kata CEO sekaligus desainer Saskara, Andya Kartika kepada wartawan di Jakarta, Kamis (8/2/2024).

Sementara, COO Saskara Afif Kamal Fiska memaparkan pemilihan waktu peluncuran bertepatan dengan Isra Mikraj, dikhususkan karena koleksi Bungong Jeumpa kali ini terdiri dari lima pilihan mukena dan scarves.

ADVERTISEMENT

"Mukena merupakan alat ibadah yang dikenakan muslimah di Indonesia saat salat, dan Isra Mikraj adalah peristiwa Nabi Muhammad SAW mendapat perintah salat lima waktu," ujarnya.

Bungong Jeumpa memiliki desain dua bangunan ikonik yang dibangun pada masa kesultanan Sultan Iskandar Muda dari Kesultanan Aceh Darussalam, yakni Masjid Agung Baiturrahman dan Gunongan, yang dibalut dalam rangkaian bunga cempaka yang merupakan simbol representasi dari keanggunan dan kekuatan.

Selaras dengan makna dari bunga cempaka, pemilihan nama tiap produk dari koleksi Bungong Jeumpa diambil dari nama-nama pahlawan wanita Aceh-Dhien, Keumala, Meurah, Meutia dan Puteh.

Para pahlawan wanita Aceh ini merupakan simbol keteguhan, kelembutan, dan keanggunan, dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia.

Selain motif yang penuh makna, pemilihan kain untuk Bungong Jeumpa ini menggunakan jenis bahan satin silk yang lembut, halus, tidak mudah kusut, dan berukuran kecil saat dilipat. Disertai dengan pouch berukuran mungil, koleksi kali ini memiliki pelengkap sajadah dengan warna dan motif senada.

Selain mukena, Bungong Jeumpa juga hadir dalam varian scarves, yang hadir dalam pilihan bahan voal dan satin.

Bungong Jeumpa tidak hanya menawarkan keindahan dan kualitas, tetapi juga membawa filosofi mendalam tentang nilai salat sebagai penghubung antara manusia, Sang Maha Pencipta dan alam semesta.

Setiap karya yang dihasilkan Saskara mengajak untuk hadir dalam kondisi terbaik saat berhadapan dengan Sang Maha Pencipta, sebuah nilai yang telah lama dihidupkan dalam kebudayaan Aceh, Serambi Makkah'.

Diungkapkan Saskara yang tidak hanya mengangkat warisan budaya dan keindahan saja, tetapi juga mengingatkan kembali sebuah simbol spiritual di provinsi Aceh dan kaitannya dengan esensi peristiwa Isra Mikraj yang dijalankan oleh Nabi Muhammad SAW yang terjadi pada malam 27 Rajab tahun kesepuluh setelah kenabian, sekitar 14 abad yang lalu.

Pada peristiwa ini, Rasulullah SAW melakukan perjalanan dari Masjidil Haram di Makkah ke Masjid Al-Aqsa di Palestina, kemudian naik ke langit ketujuh untuk menerima perintah salat lima waktu.

Salat lima waktu adalah sebuah kewajiban bagi umat muslim, yang berperan sebagai “tiang” dalam agama Islam sekaligus menjadi penghubung antara manusia dengan Sang Maha Pencipta.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon