ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

AI Ternyata Bantu Tingkatkan Akurasi Deteksi Jenis Kanker Payudara

Kamis, 26 Februari 2026 | 20:48 WIB
RA
RA
Penulis: Rizky Pradita Ananda | Editor: RP
Kecerdasan buatan disebut dapat membantu mengidentifikasi menilai jenis kanker payudara secara lebih akurat.
Kecerdasan buatan disebut dapat membantu mengidentifikasi menilai jenis kanker payudara secara lebih akurat. (Freepik.com/diana.grytsku)

Jakarta, Beritasatu.com – Pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) disebut mampu membantu dokter menilai jenis kanker payudara secara lebih akurat, terutama dalam mengidentifikasi status human epidermal growth factor receptor 2 (Her2), yakni protein yang dapat memicu pertumbuhan sel kanker lebih agresif.

“Data dari studi yang dipresentasikan pada ASCO Annual Meeting 2025 menunjukkan pemanfaatan AI sebagai pendamping penilaian Her2 dapat meningkatkan deteksi Her2-ultra low 40% dibandingkan penilaian konvensional. Akurasi penilaian juga meningkat hingga sekitar 92%,” jelas dokter spesialis patologi anatomi dr Patricia Diana Prasetyo, dilansir dari Antara, Kamis (26/2/2026). 

Ia menuturkan, pemeriksaan Her2 dilakukan melalui analisis jaringan tumor di laboratorium untuk menentukan apakah pasien dapat menerima terapi target tertentu. Selain itu, konsistensi hasil antar dokter juga meningkat cukup signifikan dari sebelumnya 66% menjadi 82%  dengan bantuan AI, terutama pada kategori Her2-low dan Her2-ultra low, yaitu kadar Her2 yang sangat rendah dan sering sulit dikenali melalui pemeriksaan manual.

ADVERTISEMENT

“Semakin tepat dokter menilai kadar Her2, maka semakin tepat pula terapi yang dapat diberikan ke pasien. Pasien dengan Her2 positif atau kadar tertentu dapat memperoleh terapi target anti-Her2 yang bekerja langsung pada protein tersebut untuk menghambat pertumbuhan kanker,” tambahnya. 

Senada dengan dr Patricia, dokter spesialis penyakit dalam subspesialis hematologi onkologi medik dr Jeffry Beta Tenggara, menambahkan penggunaan AI membantu mempercepat proses analisis jaringan dan mendukung pengambilan keputusan terapi secara lebih tepat waktu.

Namun, keputusan akhir tetap berada di tangan tenaga medis yang mempertimbangkan kondisi pasien secara menyeluruh.

“Teknologi ini berfungsi sebagai pendamping dokter, bukan pengganti,” pungkas dr Jeffry. 

Berdasarkan data Global Cancer Observatory 2020, kanker payudara mencatat sekitar 65.000 kasus baru dan lebih dari 22.000 kematian di Indonesia. Sebagian kasus berkaitan dengan Her2, yang membuat kanker tumbuh lebih cepat dibandingkan jenis lainnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Dokter Ungkap Peran AI Deteksi Kanker Payudara Lebih Akurat

Dokter Ungkap Peran AI Deteksi Kanker Payudara Lebih Akurat

LIFESTYLE
Kisah Miris Siswi SD Kulonprogo Asuh Adik karena Ibunya Sakit Kanker

Kisah Miris Siswi SD Kulonprogo Asuh Adik karena Ibunya Sakit Kanker

NUSANTARA
3.304 Wanita Ikut USG Kanker Payudara Gratis, Siloam Raih Rekor Muri

3.304 Wanita Ikut USG Kanker Payudara Gratis, Siloam Raih Rekor Muri

JAWA TENGAH
Siloam Yogyakarta Gelar Cek Kanker Payudara Gratis untuk 2.000 Wanita

Siloam Yogyakarta Gelar Cek Kanker Payudara Gratis untuk 2.000 Wanita

JAWA TENGAH
Tak Mau seperti sang Ibu, Angelina Jolie Tak Menyesal Angkat Ovarium

Tak Mau seperti sang Ibu, Angelina Jolie Tak Menyesal Angkat Ovarium

LIFESTYLE
Reformasi Penanganan Kanker Payudara Harus dari Pendidikan Kedokteran

Reformasi Penanganan Kanker Payudara Harus dari Pendidikan Kedokteran

LIFESTYLE

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon