ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Peringkat Indeks Kemacetan Jakarta Naik, Ini Kata MRT dan Pj Gubernur DKI

Jumat, 24 Maret 2023 | 23:00 WIB
AV
IC
Penulis: Agnes Valentina | Editor: CAH
Ilustrasi kemacetan di Jakarta.
Ilustrasi kemacetan di Jakarta. (Antara)

Jakarta, Beritasatu.com - Pembangunan Kawasan Berbasis transit oriented development (TOD) dinilai dapat menurunkan peringatan Jakarta sebagai kota termacet di dunia. Diketahui dari Tom Tom Global Grafik Index, Jakarta menempati peringkat 29 setelah sebelumnya menempati peringkat 46 sebagai kota termacet di dunia.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Departmen TOD Planning and Development MRT Jakarta, Sagita Devi di Taman Literasi Tiahahu, Jakarta Selatan, Jumat (24/3/2023).

Sagita menuturkan pergantian moda transportasi sangatlah diperlukan untuk Jakarta saat ini. Sebelumnya, pergantian moda transportasi hanya dilihat untuk mengurangi energi dari transportasi itu serta mengurangi potensi kerugian akibat kemacetan. Padahal dampak positif yang ditimbulkan dari pergantian tersebut sangatlah luas.

ADVERTISEMENT

"Potensi kita ada kerugian sampai dengan 100 triliun rupiah yang hilang akibat dari kemacetan lalu lintas. Kemudian juga banyak waktu yang terbuang untuk warga Jakarta maupun di sekitarnya menghabiskan waktu di perjalan setiap harinya," tambahnya

Sagita mengatakan untuk menjawab masalah kemacetan tersebut, MRT siap hadir untuk membantu. Selain MRT terdapat KRL, LRT dan Transjakarta yang siap membantu mewadahi masyarakat agar beralih dari kendaraan pribadi.

Sebelumnya, Penjabat Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono, mengatakan baru mengetahui gelar baru yang didapat Jakarta.
"Berapa Jakarta rangkingnya? Ya kita beresin macetnya," kata Heru saat dikonfirmasi di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (22/2/2023)

Heru menambahkan adanya predikat baru tersebut harus menjadi semangat agar masyarakat dapat segera berpindah ke Transjakarta agar volume kemacetan dapat berkurang.

"Ya (caranya) ramai-ramai naik Transjakarta," imbuhnya.

Sebagai informasi, berdasarkan survei TomTom Index, pada 2022, masyarakat menghabiskan waktu sebanyak 106 jam atau 4 hari untuk berjibaku dengan kemacetan. Waktu tersebut juga terus meningkatkan hingga hampir 28 jam lamanya jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Selain waktu, emisi gas yang dihasilkan juga semakin parah pada 2022. Kalau ditotal bisa mencapai lebih dari 961 kilo emisi gas karbon dioksida hanya dalam kurung waktu setahun.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

DPR: Putusan MK Soal IKN Wajib Dipatuhi

DPR: Putusan MK Soal IKN Wajib Dipatuhi

NASIONAL
Lecehkan Anak Kecil, Pedagang Rujak Ditangkap Warga di Kebon Jeruk

Lecehkan Anak Kecil, Pedagang Rujak Ditangkap Warga di Kebon Jeruk

JAKARTA
Pramono: Jakarta Masih Berstatus Ibu Kota Negara!

Pramono: Jakarta Masih Berstatus Ibu Kota Negara!

JAKARTA
MK Tegaskan Ibu Kota Indonesia Sampai Saat Ini Masih Jakarta

MK Tegaskan Ibu Kota Indonesia Sampai Saat Ini Masih Jakarta

NASIONAL
MRT Timur-Barat Bakal Beroperasi pada 2030

MRT Timur-Barat Bakal Beroperasi pada 2030

JAKARTA
Ramai di Medsos, Polisi Usut Dugaan WNA Pedofil di Jakarta dan Bekasi

Ramai di Medsos, Polisi Usut Dugaan WNA Pedofil di Jakarta dan Bekasi

JAKARTA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon