ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Johnny G Plate Klaim Tak Kecipratan Uang Korupsi BTS

Selasa, 4 Juli 2023 | 12:32 WIB
MR
BW
Penulis: Muhammad Aulia Rahman | Editor: BW
Mantan Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate mengikuti sidang lanjutan kasus dugaan korupsi penyediaan infrastruktur base transceiver station (BTS) 4G dan infrastruktur pendukung paket 1, 2, 3, 4 dan 5 dari BAKTI Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) tahun 2020 sampai 2022, dengan agenda pembacaan nota pembelaan atau eksepsi dari terdakwa Johnny G. Plate di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa 4 Juli 2023.
Mantan Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate mengikuti sidang lanjutan kasus dugaan korupsi penyediaan infrastruktur base transceiver station (BTS) 4G dan infrastruktur pendukung paket 1, 2, 3, 4 dan 5 dari BAKTI Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) tahun 2020 sampai 2022, dengan agenda pembacaan nota pembelaan atau eksepsi dari terdakwa Johnny G. Plate di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa 4 Juli 2023. (Beritasatu.com/Joanito De Saojoao)

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) nonaktif, Johnny G Plate mengeklaim tak kecipratan uang korupsi penyediaan infrastruktur base transceiver station (BTS) 4G dan infrastruktur pendukung paket 1, 2, 3, 4, dan 5 Bakti Kemenkominfo tahun 2020-2022.

Johnny G Plate merupakan salah satu terdakwa dalam kasus korupsi BTS tersebut. Sebagai info, jaksa penuntut umum (JPU) dalam dakwaannya membeberkan, Johnny G Plate kecipratan Rp 17,8 miliar dalam kasus korupsi BTS.

Kerugian keuangan negara dalam kasus ini mencapai Rp 8 triliun atau Rp 8.032.084.133.795,51. Johnny G Plate juga diduga menerima berbagai fasilitas yang terkait dengan korupsi BTS.

ADVERTISEMENT

"Bahwa selain faktanya terdakwa tidak pernah menerima maupun fasilitas yang didakwa oleh penuntut umum dan tidak pernah mengetahui adanya pemberian-pemberian uang tersebut," kata salah satu tim kuasa hukum Johnny G Plate saat sidang pembacaan eksepsi di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus), Selasa (4/7/2023).

Kuasa hukum Johnny G Plate juga berdalih, tudingan pemberian uang tersebut tidak memperkaya kliennya. Untuk itu, tudingan memperkaya diri sendiri dinilai mereka tidak cermat.

"Berdasarkan hal-hal tersebut di atas, maka adalah jelas dan tidak terbantahkan uraian dakwaan mengenai perbuatan memperkaya diri sendiri yang dapat merugikan keuangan negara adalah tidak cermat, tidak jelas, dan tidak lengkap," ungkap tim kuasa hukum.

Dalam kasus korupsi BTS Bakti Kominfo ini, Kejagung telah menetapkan delapan orang sebagai tersangka. Salah satunya, Menkominfo nonaktif Johnny G Plate. Selain Johnny, Kejagung juga menetapkan Anang Achmad Latif selaku Direktur Utama Bakti Kominfo; Galubang Menak selaku Direktur Utama PT Mora Telematika Indonesia; Yohan Suryanto selaku tenaga ahli Human Development Universitas Indonesia tahun 2020; Mukti Ali tersangka dari pihak PT Huwaei Technology Investment; dan Irwan Hermawan (IH) selaku Komisaris PT Solitchmedia Synergy.

Keenam orang tersebut sedang menjalani proses persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta. Jaksa penuntut umum (JPU) mendakwa Johnny G Plate dan lima orang lainnya melakukan korupsi dalam proyek BTS Kominfo yang merugikan keuangan negara sekitar Rp 8 triliun.

Sementara, dua orang lainnya, Windi Purnama yang merupakan orang kepercayaan Irwan dan Ketua Komite Tetap Energi Terbarukan Kadin, Muhammad Yusrizki dalam jabatannya sebagai Direktur PT Basis Utama Prima (BUP) masih dalam proses penyidikan.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Johnny Plate Bakal Diperiksa Lagi Terkait Proyek PDNS Rp 958 M

Johnny Plate Bakal Diperiksa Lagi Terkait Proyek PDNS Rp 958 M

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon