ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Soal Pembebasan Pilot Susi Air, Panglima TNI Agus Subiyanto Kedepankan Operasi Teritorial

Rabu, 22 November 2023 | 17:28 WIB
IA
R
Penulis: Ichsan Ali | Editor: RZL
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto di Istana Negara, Rabu (22/11/2023). (Ichsan Ali)
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto di Istana Negara, Rabu (22/11/2023). (Ichsan Ali) (Beritasatu.com/Ichsan Ali)

Jakarta, Beritasatu.com - Panglima TNI yang baru dilantik, Jenderal Agus Subiyanto menegaskan upaya pembebasan pilot Susi Air, Philip Mark Merthens yang masih menjadi sandera Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua akan mengedepankan operasi teritorial. Pernyataan ini disampaikan seusai pelantikan oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara Jakarta pada Rabu (22/11/2023) pagi.

Agus menjelaskan bahwa pihaknya akan melibatkan Forkopimda (forum koordinasi pimpinan daerah) di wilayah tersebut untuk memastikan komunikasi yang efektif.

"Mudah-mudahan dengan langkah itu ada kabar lah, mudah-mudahan saudara Philip Merthens yang ada di sana. Pokoknya kita akan terus meningkatkan operasi teritorial dalam rangka untuk menyejahterakan masyarakat di sana," tambahnya.

ADVERTISEMENT

Panglima TNI juga menyoroti karakteristik khusus wilayah Papua, seperti tradisi dan kearifan lokal. Oleh karena itu, pendekatan soft power menjadi kunci penting dalam menanggapi situasi ini.

"Kita harus mengerti kalau ke sana itu harus paham kearifan lokal tradisinya seperti apa. Saya sudah sampaikan kita akan menggunakan kekuatan smart power yang terdiri dari soft power, akan mengedepankan intelijen dan teritorial, tujuannya untuk membantu percepatan pembangunan di wilayah tersebut," jelasnya.

Agus menambahkan bahwa, selain soft power, penggunaan hard power juga perlu dilakukan mengingat penyanderaan dilakukan kelompok yang bersenjata. Namun, pendekatan soft power akan didahulukan.

"Hard power juga digunakan, mereka kombatan itu bersenjata jadi harus lawannya ya senjata. Namun, kita ke depankan soft power. Kan ada 3 front ya, front bersenjata, front politik diplomatik, front klandestin," tambahnya.

Pilot Philip Mark Merthens telah disandera selama 10 bulan sejak 7 Februari 2023, sesaat setelah mendaratkan pesawat milik Susi Air di lapangan terbang Paro, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan. Selain menyandera pilot, Egianus dan kelompoknya juga membakar pesawat tersebut.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Besok, Panglima TNI Pimpin Pemakaman Mayor Zulmi di TMP Cikutra

Besok, Panglima TNI Pimpin Pemakaman Mayor Zulmi di TMP Cikutra

JAWA BARAT
DPR Respons Status Siaga 1 TNI Imbas Konflik Timur Tengah

DPR Respons Status Siaga 1 TNI Imbas Konflik Timur Tengah

NASIONAL
Ini Dasar Hukum Kenaikan Pangkat 2 Tingkat Rizki Juniansyah di TNI

Ini Dasar Hukum Kenaikan Pangkat 2 Tingkat Rizki Juniansyah di TNI

NASIONAL
Panglima TNI Rotasi 187 Perwira Tinggi, Kapuspen Diganti

Panglima TNI Rotasi 187 Perwira Tinggi, Kapuspen Diganti

NASIONAL
Prabowo Jadi Inspektur Upacara HUT Ke-80 TNI di Monas

Prabowo Jadi Inspektur Upacara HUT Ke-80 TNI di Monas

NASIONAL
Menhan dan Panglima TNI Ajukan Anggaran Rp 187,1 Triliun ke DPR

Menhan dan Panglima TNI Ajukan Anggaran Rp 187,1 Triliun ke DPR

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon