ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Muhammadiyah Setuju Gunakan Pendekatan Gereja Terkait Pembebasan Pilot Susi Air

Kamis, 29 Februari 2024 | 05:50 WIB
DM
DM
Penulis: Djibril Muhammad | Editor: DM
Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti
Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti (Beritasatu.com/Agung Dharma)

Jakarta, Beritasatu.com - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah setuju dengan upaya pendekatan gereja terkait pembebasan pilot pesawat Susi Air, Philip Mark Mehrtens yang disandera kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua.

Upaya tersebut dilakukan Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Hadi Tjahjanto yang melakukan pertemuan dengan tokoh masyarakat dari Kabupaten Nduga, Provinsi Papua Pegunungan.

"Kami setuju itu dan semua pendekatan yang peaceful, pendekatan yang damai, yang tidak mengedepankan pendekatan militer, saya kira lebih bisa diterima oleh masyarakat Papua," kata Sekretaris Umum (Sekum) PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti di kantor PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, seperti dilansir Antara, Rabu (28/5/2024) malam.

Upaya tersebut, menurut Mu'ti, tepat karena mayoritas masyarakat Papua merupakan pemeluk agama Kristen dan Katolik.

ADVERTISEMENT

Dia mengaku, dengan pendekatan melalui unsur keagamaan yakni gereja, akan lebih mudah diterima masyarakat, khususnya para anggota KKB Papua yang menyandera pilot.

Dengan begitu pilot Philip bisa diselamatkan dan pertumpahan darah di Tanah Papua pun bisa dihindari.

Menko Polhukam Hadi Tjahjanto dengan tiga tokoh asal Nduga, Papua, telah membicarakan upaya membebaskan pilot Philip Mark Mehrtens yang disandera KKB Papua melalui pendekatan gereja.

"Mereka tiga tokoh asal Nduga juga ingin membantu, terutama dengan pendekatan gereja yang bisa membantu supaya pilot Philip Merthens ini bisa segera dibebaskan," kata Hadi saat ditemui di kantor PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat.

Pendekatan gereja dipilih lantaran mayoritas warga di Papua menganut agama Kristen dan Katolik. Melalui pendekatan gereja, pihaknya dapat dengan mudah melakukan pendekatan kepada para penyandera untuk membebaskan pilot tersebut.

Hadi pun tidak menjelaskan secara teknis metode pendekatan gereja yang dimaksud. Dia hanya bahwa hal tersebut baru berupa rencana yang belum direalisasikan.

"Ini baru tingkat pembicaraan saja dan mudah-mudahan dari situ mereka juga bisa melakukan tindakan-tindakan di lapangan," kata Hadi.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon