ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Menko Polhukam Gunakan Pendekatan Gereja Soal Pembebasan Pilot Susi Air, KWI Siap Fasilitasi

Selasa, 5 Maret 2024 | 02:20 WIB
DM
DM
Penulis: Djibril Muhammad | Editor: DM
Sekretaris Eksekutif Keadilan dan Perdamaian Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Romo Marthen Jenarut (kanan) saat bersama Menko Polhukam saat ini (kiri) Hadi Tjahjanto.
Sekretaris Eksekutif Keadilan dan Perdamaian Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Romo Marthen Jenarut (kanan) saat bersama Menko Polhukam saat ini (kiri) Hadi Tjahjanto. (Antara)

Jakarta, Beritasatu.com - Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) siap memfasilitasi terkait pembebasan pilot Philip Mark Mehrtens yang disandera Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Hal itu disampaikan menanggapi upaya Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Hadi Tjahjanto yang melakukan pendekatan gereja terkait pembebasan pilot Philip.

"Gereja dapat saja memfasilitasi untuk membebaskan Philip," kata Sekretaris Eksekutif Keadilan dan Perdamaian KWI Romo Marthen Jenarut di Jakarta, seperti dilansir Antara, Senin (4/3/2024).

Penyanderaan terhadap Philip, Marthen mengaku, telah menjadi keprihatinan bersama. Dia menilai penyanderaan tersebut merupakan salah satu bentuk pembatasan hak hidup setiap manusia.

ADVERTISEMENT

Marthen mengatakan, dalam konteks pembebasan Philip, gereja selalu menganjurkan pendekatan dialog dengan penuh keterbukaan dan kerendahan hati. "Pendekatan gereja selalu dalam konteks kasih serta menghargai harkat dan martabat semua pihak yang terlibat dalam masalah ini," ujarnya.

Gereja, Marthen memastikan, tidak merestui cara-cara represif untuk membebaskan pilot Philip. "Cara-cara represif tidak akan menyelesaikan akar masalahnya. Prinsip utama dalam menyelesaikan penyanderaan ini adalah mengedepankan dialog," tuturnya.

Sebelumnya, Menko Polhukam Hadi Tjahjanto bertemu dengan tiga tokoh asal Nduga, Papua, membicarakan upaya membebaskan pilot Philip Mark Mehrtens yang disandera KKB melalui pendekatan gereja.

"Mereka tiga tokoh asal (Nduga) juga ingin membantu, terutama dengan pendekatan gereja yang bisa membantu supaya pilot Philip Merthens ini bisa segera dibebaskan," kata Hadi saat ditemui di kantor PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (28/2/2024).

Pendekatan gereja dipilih lantaran mayoritas warga di Papua menganut agama Kristen dan Katolik. Melalui pendekatan gereja, pihaknya dapat dengan mudah melakukan pendekatan kepada para penyandera untuk membebaskan pilot tersebut.

Hadi pun tidak menjelaskan secara teknis metode pendekatan gereja yang dimaksud. Dia hanya menjelaskan bahwa hal tersebut baru berupa rencana yang belum direalisasikan.

"Ini baru tingkat pembicaraan saja dan mudah-mudahan dari situ mereka juga bisa melakukan tindakan-tindakan di lapangan," kata Hadi.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon