ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Panglima TNI Sebut Pilot Susi Air Telah Dipulangkan ke Pemerintah Selandia Baru

Minggu, 22 September 2024 | 13:33 WIB
MH
BW
Penulis: Mita Amalia Hapsari | Editor: BW
Pilot Susi Air Philip Mark Mehrtens (tengah) dikawal pasukan TNI dan petugas yang menjemputnya saat tiba di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu 21 September 2024.
Pilot Susi Air Philip Mark Mehrtens (tengah) dikawal pasukan TNI dan petugas yang menjemputnya saat tiba di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu 21 September 2024. (Beritasatu.com/Joanito De Saojoao)

Jakarta, Beritasatu.com - Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto mengatakan, pilot Susi Air, kapten Philip Mark Mehrtens tah dipulangkan ke Pemerintah Selandia Baru, setelah dibebaskan dari kelompok bersenjata Papua pimpinan Egianus Kogoya di wilayah Kabupaten Nduga. Mehrtens sebelumnya disandera selama 1,5 tahun.

"Sudah, sudah, secara pemerintahan sudah kita serahkan kepada pemerintah New Zealand," kata Agus saat ditemui di Monas, Minggu (22/9/2024).

Agus menjelaskan, Philip Mehrtens dibebaskan pada Sabtu (21/9/2024) pagi, dan telah diserahkan ke pemerintah Selandia Baru tadi malam.

"Alhamdulillah, kemarin pagi bisa diserahkan ke kita, dan tadi malam saya dengan Kapolri dan Menkopolhukam atas nama pemerintah, sudah menyerahkan kepada pemerintah New Zealand dan diterima oleh duta besar New Zealand yang ada di Indonesia," jelas Agus.

ADVERTISEMENT

Agus menjelaskan, pembebasan Philip dilakukan melakukan pendekatan humanis melalui negosiasi yang panjang.

"Ya visi misi saya adalah untuk membebaskan sandera dengan soft approach. Kita sudah lama sekali untuk bernegosiasi, kemudian melibatkan seluruh elemen masyarakat, termasuk TNI dan juga Polri, dan juga Forkopimda yang ada di wilayah tersebut, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda," ungkap dia.

Philip Mehrtens disandera oleh TPNPB pimpinan Egianus Kogoya sejak 7 Februari 2023. Saat itu, pesawat komersial kecil milik maskapai Susi Air, diserbu saat mendarat di bandara perintis di Distrik Paro, daerah pegunungan terpencil di Nduga.

Sebagai imbalan atas pembebasan Philip, kelompok Egianus menuntut Indonesia mengakui kemerdekaan Papua dan mengancam akan menembak Philip jika pembicaraan mengenai kemerdekaan Papua ditolak.

Pada 3 Agustus 2024, juru bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Sebby Sambom sempat menyampaikan pernyataan pembebasan pilot.

Dia mengeklaim kelompok Egianus Kogoya sepakat untuk pembebasan Philip Mehrtens yang akan dilakukan dalam kurun waktu 1-2 bulan.

Pada 17 September 2024, Sebby juga turut menyebarkan proposal pembebasan pilot yang ditandatangani oleh Panglima Tinggi TPNPB-OPM Terryanus Satto.

Dalam proposal tersebut disebutkan, pembebasan dilakukan tanpa tuntutan. Pihak TPNPB hanya meminta agar pembebasan difasilitasi oleh dewan gereja.

Akhirnya, Philip pun dijemput tim gabungan TNI-Polri yang tergabung dalam Satgas Operasi Damai Cartenz 2024 di Kampung Yuguru, Distrik Maibarok, Kabupaten Nduga pada Sabtu (21/9/2024).
 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon