10 Ormas Indonesia yang Mewarnai Dinamika Sosial Budaya Masyarakat
Senin, 5 Mei 2025 | 14:00 WIB
6. Paguyuban Pasundan
Paguyuban Pasundan berdiri pada 20 Juli 1913 dan merupakan salah satu ormas tertua di Indonesia. Organisasi ini berbasis di Bandung dan berfokus pada pelestarian budaya Sunda, serta aktif di bidang pendidikan, sosial, dan politik dengan jaringan hingga luar negeri.
7. Batamad (Barisan Pertahanan Masyarakat Adat Dayak)
Batamad merupakan sayap pertahanan dari Dewan Adat Dayak Nasional yang dibentuk pada Februari 2012. Organisasi ini bertugas menegakkan hukum adat serta menjaga dan melindungi wilayah adat Dayak dari ancaman eksternal.
8. Wahdah Islamiyah
Wahdah Islamiyah muncul di Makassar pada akhir 1980-an sebagai ormas Islam yang aktif dalam pendidikan dan dakwah. Dengan lebih dari 120 cabang dan lebih dari 200 sekolah, Wahdah Islamiyah berfokus pada pengkaderan dai dan penyebaran nilai-nilai Islam.
9. Banser (Barisan Ansor Serbaguna)
Banser adalah satuan semi-militer di bawah GP Ansor yang didirikan pada tahun 1937. Ormas ini memiliki peran strategis dalam menjaga keamanan kegiatan keagamaan, menanggulangi radikalisme, serta menjadi garda depan dalam penanganan bencana dan menjaga toleransi antarumat.
10. Laskar Merah Putih
Didirikan pada tahun 2001, Laskar Merah Putih membawa semangat nasionalisme dan bela negara. Organisasi ini aktif dalam kegiatan sosial, pengamanan, dan aksi-aksi massa, menjadikannya salah satu ormas nasionalis yang masih eksis hingga kini meski kerap kontroversial.
11. GRIB Jaya
GRIB (Gerakan Rakyat Indonesia Baru) Jaya adalah organisasi kemasyarakatan yang didirikan oleh Hercules Rosario Marshal, tokoh terkenal di Jakarta. Organisasi ini dikenal dengan semangat nasionalisme dan loyalitas terhadap NKRI.
GRIB Jaya aktif dalam kegiatan sosial, pengamanan masyarakat, serta sering terlibat dalam aksi bela negara. Dengan jaringan yang tersebar di berbagai daerah, GRIB Jaya menargetkan pemberdayaan masyarakat akar rumput dan penguatan ideologi Pancasila di kalangan pemuda.
Meski aktif dalam kegiatan sosial dan nasionalisme, GRIB Jaya kerap menuai kontroversi karena keterlibatan dalam bentrokan antarormas, penolakan di sejumlah daerah, serta persepsi publik terkait afiliasi politik.
Melalui berbagai bidang perjuangan, baik adat, keagamaan, sosial, maupun kebangsaan, ormas Indonesia membuktikan diri sebagai elemen penting dalam menjaga keseimbangan masyarakat.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Harga Emas Dunia Tertekan Imbas Data Tenaga Kerja AS yang Kuat




