Komisi I DPR Desak Prabowo Tekan Trump Soal Serangan Israel di Gaza
Selasa, 21 Oktober 2025 | 10:28 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Ketua Komisi I DPR, Sukamta mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk menekan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump agar meminta Israel mematuhi perjanjian gencatan senjata dengan Palestina.
Desakan ini disampaikan menyusul serangan udara Israel terhadap warga sipil di Jalur Gaza yang menewaskan sedikitnya 97 orang.
“Indonesia, dalam hal ini Presiden Prabowo perlu mendesak Presiden AS Donald Trump untuk menekan Israel mematuhi perjanjian gencatan senjata dan menghentikan penyerangan,” ujar Sukamta kepada wartawan, Selasa (21/10/2025).
Menurut Sukamta, Donald Trump memiliki peran strategis dalam konflik Israel-Palestina karena menjadi salah satu inisiator proses perdamaian antara kedua pihak. Namun, ia menilai Trump gagal menunjukkan konsistensi setelah mengklaim perang telah berakhir, sementara serangan masih terus terjadi.
“Pernyataan Presiden Trump yang menyebut perang sudah berakhir jangan hanya omon-omon. Akuilah kemerdekaan Palestina secara penuh,” tegasnya.
Sebelumnya, sedikitnya 97 warga sipil Palestina dilaporkan tewas akibat serangkaian serangan udara Israel di Jalur Gaza pada Minggu (19/10/2025). Jumlah tersebut meningkat dari laporan awal yang mencatat 33 korban jiwa.
Menurut laporan Badan Pertahanan Sipil Gaza dan sejumlah rumah sakit setempat, korban tewas dan luka tersebar di beberapa wilayah, termasuk Gaza Tengah, Khan Yunis, dan Gaza Utara.
Sukamta menegaskan, Indonesia harus tetap berada di garis depan dalam memperjuangkan kedaulatan dan kemerdekaan Palestina, serta mendorong komunitas internasional untuk menegakkan hukum humaniter dan menghentikan agresi Israel.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Revitalisasi Alun-alun Kota Serang Ditargetkan Rampung Desember 2026




