ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Ahli UMY Ungkap Tekanan Berat Penyintas Banjir Sumatera

Jumat, 5 Desember 2025 | 09:00 WIB
CN
DM
Penulis: Chandra Adi Nurwidya | Editor: DM
Psikolog Klinis Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Cahyo Setiadi Ramadhan menilai tekanan mental dirasakan tidak hanya oleh warga di pusat bencana, tetapi juga masyarakat di lingkar luar yang memiliki hubungan emosional dengan para korban.
Psikolog Klinis Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Cahyo Setiadi Ramadhan menilai tekanan mental dirasakan tidak hanya oleh warga di pusat bencana, tetapi juga masyarakat di lingkar luar yang memiliki hubungan emosional dengan para korban. (Istimewa)

Yogyakarta, Beritasatu.com - Bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera tidak hanya menyebabkan kerusakan fisik dan kerugian material, tetapi juga membawa dampak psikologis berat bagi para penyintas.

Hal ini disampaikan Psikolog Klinis Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Cahyo Setiadi Ramadhan. Ia menilai tekanan mental dirasakan tidak hanya oleh warga di pusat bencana, tetapi juga masyarakat di lingkar luar yang memiliki hubungan emosional dengan para korban.

“Ada tiga tingkatan warga yang terdampak ketika terjadi bencana. Yang paling berat tentu mereka yang berada di pusat kejadian karena hidupnya berubah secara langsung. Namun lapisan kedua dan ketiga juga tetap merasakan tekanan, meskipun bentuknya berbeda,” ujarnya, Kamis (4/12/2025).

ADVERTISEMENT

Menurut Cahyos, kelompok pertama menghadapi perubahan besar dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari hilangnya rasa aman, rusaknya rutinitas, kehilangan rumah, hingga kehilangan anggota keluarga.

Situasi ini memicu reaksi psikologis seperti syok, ketakutan intens, hingga rasa kehilangan mendalam. Dalam kondisi ekstrem, penyintas bahkan dapat kehilangan semangat hidup dan menunjukkan ekspresi emosional yang “kosong”.

Cahyo menegaskan kondisi tersebut merupakan tanda guncangan psikologi serius yang membutuhkan intervensi cepat. Dukungan psikososial, kata dia, menjadi elemen krusial dalam proses pemulihan. Namun, ia menilai layanan psikososial di posko-posko bencana saat ini belum sepenuhnya memadai.

“Masyarakat masih sangat fokus pada bantuan fisik, padahal dukungan emosional juga sama pentingnya,” jelasnya.

Pemenuhan kebutuhan dasar, seperti makanan, pakaian, dan tempat berlindung memang membantu menstabilkan kondisi mental penyintas. Namun setelah kebutuhan primer terpenuhi, layanan psikososial harus segera diberikan sebagai bagian dari respons awal bencana.

“Posko bencana perlu dilengkapi dengan layanan konseling, terutama psychological first aid (PFA). PFA bukan sekadar trauma healing sebagai aktivitas pengalihan, tetapi langkah awal untuk mengenali kondisi psikologis penyintas secara lebih terstruktur,” tegas Cahyo.

Ia menambahkan pentingnya screening psikologi untuk mengidentifikasi penyintas yang membutuhkan penanganan lanjutan. Tingkat tekanan setiap penyintas berbeda, sehingga dukungan perlu diberikan secara tepat sasaran.

Cahyo juga menyoroti peran komunitas lokal, tokoh masyarakat, relawan, dan pemuka agama dalam menciptakan rasa aman bagi warga terdampak. Pemulihan emosional, menurutnya, membutuhkan kerja sama jangka panjang dari berbagai pihak.

“Pemulihan warga Sumatera membutuhkan kolaborasi berkelanjutan. Pemerintah, relawan, komunitas lokal, dan tenaga ahli harus menjalin koordinasi kuat agar penyintas dapat bangkit dengan dukungan yang konsisten,” pungkasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

6 Bulan Pascabencana, 12 Sekolah di Aceh Tengah Masih Belajar di Tenda

6 Bulan Pascabencana, 12 Sekolah di Aceh Tengah Masih Belajar di Tenda

NUSANTARA
Purbaya: Dana Pemulihan Sumatera Rp 60 T Cair jika Dokumen Lengkap

Purbaya: Dana Pemulihan Sumatera Rp 60 T Cair jika Dokumen Lengkap

EKONOMI
Pembangunan Huntap Korban Bencana Sumatera Ditargetkan Tuntas 2027

Pembangunan Huntap Korban Bencana Sumatera Ditargetkan Tuntas 2027

NASIONAL
Bahas Pemulihan Banjir Sumatera, DPR-Pemerintah Gelar Rapat Tertutup

Bahas Pemulihan Banjir Sumatera, DPR-Pemerintah Gelar Rapat Tertutup

NASIONAL
Huntap Korban Banjir Aceh Siap Dibangun di 71 Lokasi

Huntap Korban Banjir Aceh Siap Dibangun di 71 Lokasi

NUSANTARA
Tito: Huntara Buat Penyintas Bener Meriah Kembali Tersenyum

Tito: Huntara Buat Penyintas Bener Meriah Kembali Tersenyum

NUSANTARA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon