Ironi Kebijakan Negara di Balik Tragedi Anak SD NTT Bunuh Diri
Kamis, 5 Februari 2026 | 14:34 WIB
Melki menekankan agar anggaran pemerintah diprioritaskan untuk masyarakat miskin, bukan untuk perjalanan dinas atau proyek yang tidak penting.
"Urus perangkat sosial di tingkat RT/RW, pastikan anak miskin bisa makan dan memiliki alat tulis. Ini yang terakhir, jangan sampai terjadi lagi," tegasnya.
Wakil Ketua Komisi VIII DPR Singgih Januratmoko mengatakan kasus kematian YBR harus menjadi momentum evaluasi bagi pemerintah dalam menangani masyarakat miskin, termasuk penyaluran bansos agar tepat sasaran. Dia mengusulkan ada bansos khusus anak.
Dia mengaku pihaknya masih menemukan penyaluran bansos tak tepat sasaran, khusunya di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
“Bansos itu kadang-kadang salah sasaran juga. Harusnya ke anak, untuk anak," katanya.
Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto memberikan atensi khususny terhadap kasus kematian YBR.
"Bapak Presiden menaruh atensi dan melalui kami, meminta kami untuk berkoordinasi supaya ke depan hal-hal yang semacam ini dapat kita antisipasi," kata Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/2/2025).
Prasetyo mengatakan, presiden telah meminta jajarannya mengambil langkah serius. Ia juga telah berkoordinasi dengan jajaran Kementerian/lembaga terkait untuk menindaklanjuti kejadian ini.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




