Lirik Khofifah, Prabowo: Mak-mak NU Kekuatannya Luar Biasa!
Minggu, 8 Februari 2026 | 09:34 WIB
Malang, Beritasatu.com - Presiden Prabowo Subianto menyoroti peran besar kaum perempuan Nahdlatul Ulama (NU) saat menghadiri Mujahadah Kubro 1 Abad NU di Kota Malang, Provinsi Jawa Timur. Di hadapan ribuan jemaah, Prabowo mengaku merasakan energi kuat dari barisan ibu-ibu Muslimat NU yang hadir di lokasi acara.
“Saya merasakan kuatnya tangan mak-mak NU ini. Luar biasa kekuatan mak-mak,” kata Prabowo disambut tepuk tangan serta selawat peserta mujahadah.
Ucapan itu dilontarkan Prabowo sembari menyinggung kehadiran Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, yang juga ketua dewan pembina PP Muslimat NU. Prabowo menyebut peran Muslimat NU dan kepemimpinan perempuan di tubuh NU sebagai kekuatan sosial yang tak bisa diabaikan dalam menjaga persatuan bangsa.
Prabowo berbaju koko putih dan peci hitam berdiri di podium berlogo Garuda sedang membaca atau menyampaikan pidato. Sejenak, arah kepalanya terlihat sedikit menoleh ke kanan, seolah melirik sosok perempuan berjilbab putih yang berdiri pada sisi kanan panggung, yakni Khofifah Indar Parawansa gestur yang memberi kesan interaksi nonverbal di tengah pidato.
Di belakang dan sekeliling podium, tampak deretan tokoh dan pimpinan NU duduk berjajar, menciptakan visual yang kompak dan formal. Beberapa wajah terlihat tersenyum dan memperhatikan pembicara, mencerminkan suasana hangat dan khidmat. Di barisan tersebut juga terlihat sejumlah tokoh nasional dan pimpinan organisasi keagamaan yang hadir sebagai tamu kehormatan.
Prabowo mengatakan setiap berada di tengah keluarga besar NU, ia selalu merasakan kesejukan dan semangat kebersamaan. Ia menyebut NU sebagai salah satu pilar utama kebesaran Indonesia yang berperan besar dalam sejarah bangsa, termasuk dalam mempertahankan kemerdekaan.
“Setiap kali negara dalam bahaya, NU selalu tampil untuk menyelamatkan bangsa,” ujar Prabowo. Ia mengingatkan bahwa ujian kemerdekaan Indonesia tidak hanya terjadi saat proklamasi di Jakarta, tetapi juga dalam pertempuran Surabaya yang dipimpin para kiai dan ulama.
Menurut Prabowo, persatuan para pemimpin dan tokoh masyarakat menjadi kunci kemajuan bangsa. Ia menekankan bahwa perbedaan politik tidak boleh merusak kerukunan nasional.
“Boleh berbeda, boleh berdebat, tapi ujungnya pemimpin harus rukun dan menjaga persatuan,” katanya.
Pidato Prabowo di forum mujahadah ini menegaskan kedekatannya dengan basis Nahdliyin, termasuk jaringan Muslimat NU yang selama ini dikenal sebagai salah satu kekuatan politik dan sosial terbesar di Indonesia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: Belanda Berpesta Gol ke Gawang Swedia di Houston




