Mantan Kapolres Bima Terseret Narkoba, Polri: Tak Ada Ampun!
Senin, 16 Februari 2026 | 07:56 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Skandal narkoba kembali mengguncang institusi Polri. Kali ini, eks Kapolres Bima Kota AKBP Didik Putra Kuncoro (DPK) diproses atas dugaan keterlibatan dalam jaringan peredaran narkotika. Mabes Polri menegaskan, tak ada ampun dan perlakuan khusus bagi oknum internal yang terlibat barang haram.
Kasus ini mencuat dari penangkapan dua asisten rumah tangga milik Bripka KIR dan istrinya, AN, di Nusa Tenggara Barat. Dari rumah mereka, polisi menemukan sabu seberat 30,415 gram. Pengembangan kasus mengarah ke AKP Malaungi yang kemudian diperiksa dan hasil tes urinenya positif amfetamina dan metamfetamina.
Penggeledahan di ruang kerja dan rumah jabatan AKP Malaungi semakin membuka tabir jaringan. Polisi menemukan lima paket sabu dengan total berat hampir setengah kilogram. Dari keterangan AKP ML, nama AKBP DPK ikut terseret dalam pusaran kasus ini.
Tim gabungan Biro Paminal Divpropam Polri dan Dittipidnarkoba Bareskrim lalu bergerak ke rumah pribadi AKBP DPK di Tangerang pada 11 Februari 2026. Hasilnya, polisi menyita sabu 16,3 gram, 50 butir ekstasi, 19 butir alprazolam, dua butir happy five, serta ketamina 5 gram. Barang bukti itu kini diamankan untuk proses hukum lebih lanjut.
AKBP DPK resmi ditetapkan sebagai tersangka dan tengah menjalani penempatan khusus (patsus). Ia juga dijadwalkan menjalani sidang etik pada 19 Februari 2026.
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir menegaskan, narkoba adalah kejahatan luar biasa yang harus diberantas tanpa pandang bulu.
“Tidak ada impunitas bagi personel Polri yang terlibat. Kami justru menerapkan standar pemeriksaan lebih ketat untuk menjaga muruah institusi,” tegasnya.
Polri juga membentuk tim gabungan untuk membongkar jaringan lebih luas, termasuk memburu bandar berinisial E yang diduga memasok narkoba sejak Agustus 2025. Polisi memastikan siapa pun yang terlibat akan diproses pidana dan etik tanpa kompromi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Harga Emas Dunia Tertekan Imbas Data Tenaga Kerja AS yang Kuat




