ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Menhub Prediksi 144 Juta Orang Mudik Lebaran 2026

Jumat, 20 Februari 2026 | 23:14 WIB
MK
MK
Penulis: Martin Bagya Kertiyasa | Editor: MBK
Ilustrasi perjalanan mudik Lebaran.
Ilustrasi perjalanan mudik Lebaran. (Kemenhub)

Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi memprediksi sekitar 144 juta orang akan melakukan perjalanan mudik pada Lebaran 2026 atau Idulfitri 1447 H. Angka tersebut berpotensi meningkat dibandingkan realisasi tahun sebelumnya.

“Dari survei, ada 143,7 juta orang atau hampir 144 juta orang yang akan melakukan perjalanan. Namun kami mengantisipasi kemungkinan kenaikan karena tahun lalu survei 146 juta, realisasinya mencapai 154 juta,” kata Dudy dalam keterangannya, Jumat (20/2/2026).

Ia menjelaskan operasional posko angkutan Lebaran akan berlangsung pada 13–29 Maret 2026 untuk mengoordinasikan seluruh moda transportasi darat, laut, udara, dan perkeretaapian.

ADVERTISEMENT

Menurut dia, sejumlah langkah antisipasi telah disiapkan, antara lain pembatasan operasional angkutan barang sumbu tiga ke atas, kecuali kendaraan pengangkut bahan pokok, bahan bakar minyak, dan kebutuhan penting lainnya sesuai Surat Keputusan Bersama (SKB) lintas kementerian.

Selain itu, Kementerian Perhubungan bersama Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri akan menerapkan rekayasa lalu lintas berupa contraflow, sistem satu arah (one way), dan ganjil genap di sejumlah ruas tol yang berpotensi padat.

Terkait perayaan Nyepi di Bali pada 19 Maret 2026, Dudy mengatakan penyeberangan menuju Pulau Bali akan dihentikan sementara dan disiapkan sistem penundaan (delaying system) serta zona penyangga (buffer zone).

“Kami akan menginformasikan kepada masyarakat terkait penutupan sementara pelabuhan agar dapat mengatur jadwal perjalanan,” ujarnya.

Pemerintah juga menerapkan kebijakan work from anywhere (WFA) atau flexible working arrangement (FWA) pada 16–17 Maret 2026 untuk arus mudik dan 25–26 Maret 2026 untuk arus balik, yang telah disetujui Presiden dan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

“Kebijakan tersebut diharapkan dapat mendistribusikan pergerakan masyarakat agar tidak menumpuk pada tanggal tertentu sehingga keselamatan dan kelancaran perjalanan lebih terjamin,” ujar dia.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Travoy Hadirkan Mudik Ramah bagi Ibu dan Balita

Travoy Hadirkan Mudik Ramah bagi Ibu dan Balita

NASIONAL
Demi Menyusui Buah Hati, Patricia pun Jadi Navigator dengan Travoy

Demi Menyusui Buah Hati, Patricia pun Jadi Navigator dengan Travoy

NASIONAL
Anggota DPR Ungkap Titik Lemah Mudik 2026

Anggota DPR Ungkap Titik Lemah Mudik 2026

NASIONAL
Naik 2,53 Persen dari 2025, Mudik Lebaran 2026 Tembus 147,5 Juta

Naik 2,53 Persen dari 2025, Mudik Lebaran 2026 Tembus 147,5 Juta

NASIONAL
Survei: Kepuasan Mudik Lebaran 2026 Tembus 80,8 Persen

Survei: Kepuasan Mudik Lebaran 2026 Tembus 80,8 Persen

NASIONAL
Diskon Tiket Mudik Lebaran 2026 Picu Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Diskon Tiket Mudik Lebaran 2026 Picu Pertumbuhan Ekonomi Daerah

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon