ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kasus Pelecehan FH UI, JPPI Singgung Budaya Patriarki dan Edukasi Seks

Minggu, 19 April 2026 | 16:22 WIB
MP
IC
Penulis: Maria Gabrielle Putrinda | Editor: CAH
Suasana forum di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI), Depok, berubah tegang dan penuh emosi pada Senin 13 April 2026.
Suasana forum di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI), Depok, berubah tegang dan penuh emosi pada Senin 13 April 2026. (Istimewa/Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com – Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) menyoroti kasus dugaan pelecehan seksual di lingkungan Universitas Indonesia (UI). Kasus ini dinilai sebagai cerminan kuatnya budaya patriarki serta lemahnya edukasi seksual sejak usia dini.

Koordinator Nasional JPPI, Abdullah Ubaid Matraji, mengatakan kasus tersebut menunjukkan persoalan kekerasan seksual tidak berdiri sendiri, melainkan berkaitan dengan sistem pendidikan yang belum optimal.

“Kasus ini membuktikan budaya patriarki dan objektifikasi perempuan masih mengakar kuat, bahkan di kalangan mahasiswa yang dianggap paling tercerahkan sekalipun,” ujar Ubaid dalam keterangan tertulis, Minggu (19/4/2026).

Menurutnya, selama ini perguruan tinggi cenderung lebih fokus pada aspek administratif dan akademik, tetapi kurang memberikan perhatian pada pendidikan moral serta edukasi seksual yang komprehensif.

ADVERTISEMENT

JPPI menilai, kampus bukanlah akar utama persoalan, melainkan hanya menjadi muara dari masalah yang sudah terbentuk sejak jenjang pendidikan sebelumnya.

“Permasalahan ini justru berawal dari jenjang pendidikan dasar dan menengah yang masih abai terhadap pendidikan kesetaraan gender dan kesehatan reproduksi,” jelasnya.

Ia menambahkan, di tingkat sekolah dasar hingga menengah, edukasi seksual masih kerap dianggap sebagai hal yang tabu. Kondisi ini membuat banyak anak mencari informasi dari sumber yang tidak tepat, termasuk konten pornografi.

Akibatnya, muncul persepsi yang keliru, seperti memandang perempuan sebagai objek, yang pada akhirnya berpotensi memicu perilaku menyimpang.

“Tanpa edukasi seksual yang komprehensif sejak dini, kita sebenarnya sedang melanggengkan mata rantai kekerasan. Mahasiswa yang menjadi pelaku hari ini adalah produk dari sistem pendidikan yang tidak mengajarkan cara menghargai sesama secara manusiawi,” tegasnya.

JPPI mendorong adanya perbaikan sistem pendidikan secara menyeluruh, termasuk penguatan kurikulum pendidikan seksual dan kesetaraan gender, guna mencegah terulangnya kasus serupa di masa depan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Mahalnya Ruang Aman di Kampus

Mahalnya Ruang Aman di Kampus

B-PLUS
Apakah Grup Chat Jadi Ruang Baru Pelecehan Seksual?

Apakah Grup Chat Jadi Ruang Baru Pelecehan Seksual?

NASIONAL
JPPI Minta Satgas PPKS Tegas, Bukan Jaga Citra Kampus

JPPI Minta Satgas PPKS Tegas, Bukan Jaga Citra Kampus

NASIONAL
Menteri PPPA: Jangan Normalisasi Candaan Pelecehan Seksual

Menteri PPPA: Jangan Normalisasi Candaan Pelecehan Seksual

NASIONAL
Fenomena Rape Culture, dari Candaan Seksis hingga Kekerasan Seksual

Fenomena Rape Culture, dari Candaan Seksis hingga Kekerasan Seksual

NASIONAL
Pakar Hukum: Sebar Chat FH UI Bisa Dijerat UU ITE

Pakar Hukum: Sebar Chat FH UI Bisa Dijerat UU ITE

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon