Kasus Pelecehan FH UI, JPPI Singgung Budaya Patriarki dan Edukasi Seks
Minggu, 19 April 2026 | 16:22 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) menyoroti kasus dugaan pelecehan seksual di lingkungan Universitas Indonesia (UI). Kasus ini dinilai sebagai cerminan kuatnya budaya patriarki serta lemahnya edukasi seksual sejak usia dini.
Koordinator Nasional JPPI, Abdullah Ubaid Matraji, mengatakan kasus tersebut menunjukkan persoalan kekerasan seksual tidak berdiri sendiri, melainkan berkaitan dengan sistem pendidikan yang belum optimal.
“Kasus ini membuktikan budaya patriarki dan objektifikasi perempuan masih mengakar kuat, bahkan di kalangan mahasiswa yang dianggap paling tercerahkan sekalipun,” ujar Ubaid dalam keterangan tertulis, Minggu (19/4/2026).
Menurutnya, selama ini perguruan tinggi cenderung lebih fokus pada aspek administratif dan akademik, tetapi kurang memberikan perhatian pada pendidikan moral serta edukasi seksual yang komprehensif.
JPPI menilai, kampus bukanlah akar utama persoalan, melainkan hanya menjadi muara dari masalah yang sudah terbentuk sejak jenjang pendidikan sebelumnya.
“Permasalahan ini justru berawal dari jenjang pendidikan dasar dan menengah yang masih abai terhadap pendidikan kesetaraan gender dan kesehatan reproduksi,” jelasnya.
Ia menambahkan, di tingkat sekolah dasar hingga menengah, edukasi seksual masih kerap dianggap sebagai hal yang tabu. Kondisi ini membuat banyak anak mencari informasi dari sumber yang tidak tepat, termasuk konten pornografi.
Akibatnya, muncul persepsi yang keliru, seperti memandang perempuan sebagai objek, yang pada akhirnya berpotensi memicu perilaku menyimpang.
“Tanpa edukasi seksual yang komprehensif sejak dini, kita sebenarnya sedang melanggengkan mata rantai kekerasan. Mahasiswa yang menjadi pelaku hari ini adalah produk dari sistem pendidikan yang tidak mengajarkan cara menghargai sesama secara manusiawi,” tegasnya.
JPPI mendorong adanya perbaikan sistem pendidikan secara menyeluruh, termasuk penguatan kurikulum pendidikan seksual dan kesetaraan gender, guna mencegah terulangnya kasus serupa di masa depan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Revitalisasi Alun-alun Kota Serang Ditargetkan Rampung Desember 2026




