Prajurit Bais Akui Kesal Lihat Video Andrie Yunus Protes RUU TNI
Rabu, 13 Mei 2026 | 16:21 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Prajurit TNI yang berdinas di Badan Intelijen Strategis (Bais), Sersan Dua Edi Sudarko, mengaku kesal melihat aksi Andrie Yunus dalam video viral penyerobotan rapat pembahasan RUU TNI di Hotel Fairmont pada 2025.
Fakta tersebut terungkap dalam sidang di Pengadilan Militer II-Jakarta, Rabu (13/5/2026), saat oditur militer Iswadi memeriksa terdakwa terkait latar belakang dinas dan alasan mengikuti perkembangan Andrie Yunus di media sosial.
Awalnya, Iswadi menanyakan kapan Edi bergabung menjadi personel organik Bais TNI. Dalam persidangan, Edi mengaku mulai bertugas di Bais sejak November 2025 setelah sebelumnya berdinas di satuan Marinir Surabaya.
“Kapan saudara terdakwa bergabung menjadi organik Bais TNI,” tanya Iswadi dalam persidangan.
“Pada bulan November tahun 2025,” jawab Edi.
Oditur kemudian menanyakan jabatan Edi saat masih bertugas di Marinir Surabaya. Edi mengaku sebelumnya berdinas di artileri Marinir dengan jabatan bintara administrasi.
“Marinir Surabaya, waktu di Marinir Surabaya jabatan saudara apa,” tanya Iswadi.
“Siap, saya bintara administrasi (bamin),” jawab Edi.
Dalam sidang itu, Edi juga mengaku tidak memiliki hubungan pribadi dengan Andrie Yunus dan hanya mengenalnya melalui media sosial. Namun, ia mengaku mengikuti perkembangan aktivitas Andrie karena menilai aktivis tersebut bersikap berlebihan.
“Kenal langsung kami tidak, hanya kenal melalui media sosial,” kata Edi.
Saat ditanya alasan mengikuti aktivitas Andrie Yunus di media sosial, Edi menjawab singkat dirinya menilai korban over acting.
“Siap, karena over acting,” ujarnya.
Iswadi kemudian meminta Edi menjelaskan maksud pernyataan tersebut. Menurut Edi, sikap Andrie Yunus saat masuk ke rapat tertutup pembahasan revisi Undang-Undang TNI di Hotel Fairmont dianggap arogan.
“Waktu video viral Hotel Fairmont pada saat itu ada rapat tertutup pejabat TNI dan DPR yang membahas revisi UU. Di situlah arogan Andrie Yunus dan over acting karena menginterupsi masuk padahal itu rapat tertutup,” ujar Edi.
Meski demikian, Edi mengaku dirinya tidak berada di lokasi maupun memiliki tugas dalam peristiwa tersebut. Ia hanya mengetahui kejadian itu dari video yang beredar di media sosial.
“Siap, tidak ada. Saya hanya lihat di video,” tukas Edi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo




