ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

PBNU: Munas dan Konbes NU 2026 Bahas Persiapan Muktamar

Sabtu, 20 Juni 2026 | 19:34 WIB
HH
HH
Penulis: Harumbi Prastya Hidayahningrum | Editor: HP
Ketua Organizing Committee (OC) Munas dan Konbes NU 2026, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul
Ketua Organizing Committee (OC) Munas dan Konbes NU 2026, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul (PBNU)

Kediri, Beritasatu.com - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyebut Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) 2026 menjadi forum strategis untuk membahas berbagai persoalan keagamaan, organisasi, dan kebangsaan sekaligus mempersiapkan pelaksanaan muktamar mendatang.

Ketua Steering Committee (SC) Munas dan Konbes NU 2026, KH Ahmad Said Asrori, mengatakan forum tersebut merupakan agenda terakhir dalam periode kepengurusan PBNU saat ini sebelum memasuki tahapan persiapan muktamar.

“Munas dan Konbes ini pembahasannya adalah menyangkut masalah-masalah dunia, menyangkut waqi'iyah, qanuniyah, dan maudlu'iyyah. Sekaligus nanti membahas tentang organisasi, kemudian komisi rekomendasi, program, dan lain-lain yang berhubungan dengan kehidupan berbangsa, bernegara, dan beragama di Indonesia,” katanya di Kediri, Jawa Timur, sebagaimana dikutip dari Antara, Sabtu (20/6/2026).

Menurut Ahmad Said Asrori, forum tersebut akan membahas berbagai isu strategis yang berkembang di tengah masyarakat, mulai dari persoalan keagamaan hingga isu kebangsaan yang membutuhkan pandangan dan sikap organisasi.

ADVERTISEMENT

Ia berharap kegiatan yang digelar di Pondok Pesantren Al Falah, Desa Ploso, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, dapat berlangsung lancar dan menghasilkan keputusan yang memberikan manfaat luas.

“Harapannya Munas Konbes ini berjalan semuanya dengan baik, dengan gembira, bahagia, dan tentu yang kita harapkan adalah menghasilkan keputusan-keputusan yang bermanfaat khususnya bagi warga NU, warga pondok pesantren, warga Indonesia semuanya,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris SC Munas dan Konbes NU 2026, KH Amin Said Husni, menjelaskan Munas dan Konbes merupakan dua forum berbeda dalam sistem permusyawaratan NU, meskipun pelaksanaannya hampir selalu dilakukan secara bersamaan.

Menurutnya, kedua forum tersebut berada satu tingkat di bawah muktamar yang merupakan forum tertinggi dalam organisasi Nahdlatul Ulama.

Munas diikuti oleh utusan Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) dari seluruh Indonesia, sedangkan Konbes diikuti oleh perwakilan Tanfidziyah PWNU dari 38 provinsi.

“Munas membahas masalah diniyah atau keagamaan, baik yang sifatnya waqi’iyah, maudlu’iyyah maupun qanuniyah,” ujarnya.

Amin menjelaskan, waqi’iyah merupakan persoalan hukum yang muncul dari realitas sosial masyarakat, sementara maudlu’iyyah berkaitan dengan tema-tema tertentu yang dinilai penting dari perspektif keagamaan.

Adapun qanuniyah merupakan pembahasan mengenai sikap organisasi terhadap regulasi dan peraturan perundang-undangan, baik yang telah berlaku maupun yang masih dalam proses pembahasan.

Selain Munas, Konbes juga memiliki peran penting dalam membahas regulasi internal organisasi. Forum ini memiliki kewenangan membahas dan menetapkan Peraturan Perkumpulan (Perkum) yang kedudukannya berada di bawah anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) NU.

“Kalau AD/ART dibahas dan diputuskan serta ditetapkan oleh muktamar, sedangkan peraturan perkumpulan atau Perkum itu adalah regulasi yang dibahas dan ditetapkan di dalam Konbes ini,” kata Amin.

Melalui forum tersebut, NU diharapkan mampu memperkuat tata kelola organisasi sekaligus merespons berbagai tantangan yang berkembang di masyarakat.

Ketua Organizing Committee (OC) Munas dan Konbes NU 2026, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, mengatakan rangkaian kegiatan resmi dimulai pada Sabtu malam.

“Pukul 19.00 dimulai prosesi pembukaan Munas dan Konbes yang akan berlangsung selama dua hari, hari Ahad dan Senin. Setelah itu, kami akan melakukan penutupan Munas Konbes di Bangkalan pada tanggal 23 Juli 2026 yang akan datang,” kata Gus Ipul.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Seruan Masyayikh: Munas dan Konbes NU Harus Jaga Tradisi Pesantren

Seruan Masyayikh: Munas dan Konbes NU Harus Jaga Tradisi Pesantren

NASIONAL
Prabowo Dijadwalkan Hadiri Munas dan Konbes NU 2026

Prabowo Dijadwalkan Hadiri Munas dan Konbes NU 2026

NASIONAL
Masyayikh hingga Ma'ruf Amin Hadir di Munas dan Konbes PBNU

Masyayikh hingga Ma'ruf Amin Hadir di Munas dan Konbes PBNU

NASIONAL
Prabowo Akan Hadiri Penutupan Munas-Konbes NU

Prabowo Akan Hadiri Penutupan Munas-Konbes NU

NASIONAL
PBNU Matangkan Persiapan Munas dan Konbes di Kediri

PBNU Matangkan Persiapan Munas dan Konbes di Kediri

JAWA TENGAH
Gus Ipul Jamin Muktamar NU 2026 Bebas Intervensi Politik

Gus Ipul Jamin Muktamar NU 2026 Bebas Intervensi Politik

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon