ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Air Masih Jadi Motor Energi Terbarukan Indonesia

Selasa, 26 Januari 2021 | 08:07 WIB
UW
UW
Penulis: Unggul Wirawan | Editor: WIR
Foto aerial suasana Waduk Jatigede di Sumedang, Jawa Barat, 9 Juli 2018. Waduk dengan kapasitas tampung 979,5 juta meter kubik itu selaian untuk sarana irigasi juga dimanfaatkan oleh PLN menjadi sumber air PLTA berkapasitas 2 x 55 MW sebagai bagian dari target 35.000 MW.
Foto aerial suasana Waduk Jatigede di Sumedang, Jawa Barat, 9 Juli 2018. Waduk dengan kapasitas tampung 979,5 juta meter kubik itu selaian untuk sarana irigasi juga dimanfaatkan oleh PLN menjadi sumber air PLTA berkapasitas 2 x 55 MW sebagai bagian dari target 35.000 MW. (Antara/Hafidz Mubarak A)

Jakarta, Beritasatu.com- Energi air masih menjadi motor utama energi terbarukan Indonesia yang memiliki banyak air dan sungai. Bahkan saat ini, pembangkit listrik tenaga air (PLTA) masih menjadi tulang punggung pertumbuhan energi terbarukan di Indonesia.

Prospek energi terbarukan tersebut dibahas dalam Webinar Catatan Awal Tahun 2021 dengan tema "Prospek Energi Terbarukan pada 2021: Tantangan dan Peluangnya di Indonesia" yang digelar Yayasan Perspektif Baru (YPB) pada Senin (25/1).

Webinar ini menghadirkan sejumlah pembicara yakni Direktur Aneka Energi Baru dan Energi Terbarukan Harris, sekaligus Ketua Asosiasi Pengembang Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) M. Riza Husni, dan Ketua Umum Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia Surya Darma. Tak ketinggalan Pendiri Yayasan Perspektif Baru Wimar Witoelar sebagai keynote speaker.

Riza Husni mengatakan, energi air adalah ingredient utama energi terbarukan Indonesia yang kaya akan air dan sungai. Air memiliki banyak kelebihan yaitu ramah lingkungan, pola operasinya yang mudah disesuaikan, tidak bersifat intermitent, murah serta ekonomis. Label murah dan ekonomis ini dapat menggugah pemerintah agar tidak menstigmakan energi terbarukan sebagai produk mahal.

ADVERTISEMENT

"Energi terbarukan masih mengalami kegagalan. pemerintah tidak boleh menutupi dan menggunakan alasan over supply. Kami berharap subsidi tahunan pemerintah ke PLN harus dikaitkan dengan langkah langkah riil terkait pengembangan EBT berskala kecil. Pemerintah perlu cek PLTA menjadi beban atau pemberi keuntungan PLN," katanya.

Menurut Riza, di Sumatera Utara rata rata tarif dasar listrik (TDL) Nasional Rp 1.467/kwh dan Biaya Pokok Penyediaan Tenaga Listrik (BPP) PLN sebesar Rp. 1.451/kwh sedangkan untuk energi air dijual berkisar antara Rp. 935/kwh – Rp.1.100/kwh.

Lebih jauh Surya Darma mengatakan RUEN Indonesia sebenarnya sudah bagus untuk energi terbarukan, tinggal menunggu bagaimana sikap dari para investor. Namun perlu diingat juga Lebih dari 90% energi Indonesia dari fosil terutama dari batu bara.

"Batu bara meningkat sangat signifikan beberapa tahun terakhir dari 15 persen menjadi 60 persen. Fosil sebagian besar kita impor. Ini menjadi tantangan terutama dengan keterbatasan kita dari sisi dana dan SDM," katanya.

Peningkatan pemanfaatan energi terbarukan berperan penting untuk penurunan emisi karbon, dan sangat strategis untuk mitigasi perubahan iklim. Energi terbarukan seperti Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) mampu mengurangi banyak emisi karbon.

Misalnya, PLTA Batang Toru berkapasitas 510 MW di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara diatur untuk berkontribusi pada pengurangan emisi karbon sekitar 1,6 juta ton per tahun atau setara dengan kemampuan 12 juta pohon menyerap karbon.

Data dari Direktorat Jenderal EBTKE menunjukkan bahwa penurunan CO2 dari sektor energi sebesar 64,4 juta Ton CO2 dari target 58,0 juta Ton CO2. itu dicapai melalui pemanfaatan EBT 53%, penerapan efisiensi energi 20%, penggunaan bahan bakar fosil rendah karbon 13%, pemanfaatan teknologi pembangkit bersih 9% dan kegiatan reklamasi pasca tambang 4%.

Capaian penurunan emisi GRK sektor ESDM ini merupakan wujud komitmen nasional dalam penurunan emisi sesuai Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2016 tentang Pengesahan Paris Agreement to UNFCCC dan Perpres No 61 Tahun 2011 tentang RAN-GRK.

Dari kacamata kebijakan global, Wimar Witoelar menilai penerapan energi baru dan terbarukan terus mendapat dukungan besar. Hal itu bisa dibuktikan dari kebijakan Paris dan EPA merupakan kebijakan era Obama Biden.

"Ini bukan baru dan tinggal menjalankan saja. Bagi Biden mudah saja menerapkannya. Covid-19 dan perlindungan alam bukan seperti sepak bola yang terbatas oleh empat garis wilayahnya. Diharapkan penularan energi bersih juga akan melampaui batas negara termasuk Indonesia," ujarnya.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Menteri ESDM Bahlil Dorong Diversifikasi Energi di ASEAN

Menteri ESDM Bahlil Dorong Diversifikasi Energi di ASEAN

EKONOMI
Prabowo Dorong ASEAN Percepat Energi Bersih dan Penguatan Listrik

Prabowo Dorong ASEAN Percepat Energi Bersih dan Penguatan Listrik

EKONOMI
Bahlil: RI Peringkat 2 Dunia Ketahanan Energi di Tengah Gejolak Global

Bahlil: RI Peringkat 2 Dunia Ketahanan Energi di Tengah Gejolak Global

EKONOMI
Vale Raih Pinjaman Rp 12 T untuk Dorong Hilirisasi Nikel Berkelanjutan

Vale Raih Pinjaman Rp 12 T untuk Dorong Hilirisasi Nikel Berkelanjutan

EKONOMI
B50 Bisa Jadi Ciri Khas RI, Industri Otomotif Siap Dukung Transisi

B50 Bisa Jadi Ciri Khas RI, Industri Otomotif Siap Dukung Transisi

EKONOMI
5 PSEL Dibangun Juni 2026, 7.000 Ton Sampah Bakal Diolah Jadi Listrik

5 PSEL Dibangun Juni 2026, 7.000 Ton Sampah Bakal Diolah Jadi Listrik

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon