Penduduk Falkland Memilih Ikut Pemerintahan Inggris

Selasa, 12 Maret 2013 | 14:24 WIB
FB
FB
Penulis: Faisal Maliki Baskoro | Editor: FMB
Warga di Kepulauan Falkland melakukan referendum 10 Maret 2013 untuk memutuskan apakah mereka tetap bagian dari Inggris.
Warga di Kepulauan Falkland melakukan referendum 10 Maret 2013 untuk memutuskan apakah mereka tetap bagian dari Inggris. (AFP)

Falklands, Inggris - Penduduk Falkland, yang menjadi obyek sengketa wilayah antara Argentina dan Inggris, pada Senin kemarin (11/3) akhirnya memutuskan untuk tetap berada dalam pemerintahan Inggris.

Dalam sebuah referendum yang dilakukan untuk mengirimkan pesan kepada Argentina, mayoritas penduduk Falkland mendukung untuk mempertahankan status sebagai Wilayah Luar Inggris (Overseas Territory of the United Kingdom).

Sekitar 98,8 persen dari jumlah pemilih sebanyak 1.500-an orang mendukung tetap berada dalam wilayah Inggris. Kepulauan itu memiliki pemerintah sendiri, kata pejabat pemilihan di ibu kota Port Stanley. Hanya tiga suara yang menolak berada di bawah kekuasaan Inggris.

Hasil referendum disampaikan sekitar pukul 22.30 waktu setempat (08.30 WIB) di kepulauan Atlantik Selatan yang terpencil itu.

Pada tahun 1982, Argentina yang menyebut kepulauan itu sebagai Las Malvinas, menduduki kepulauan itu. Mereka kemudian diusir oleh Inggris setelah perang singkat tetapi berdarah.

Argentina tetap menolak hasil referendum tersebut dan mengatakan pemungutan suara tersebut tidak sah.

"Itu adalah satu manuver yang tidak memiliki nilai sah, karena tidak dibicarakan dan diawasi PBB," kata dubes Argentina untuk Inggris, Alicia Castro.

"Kami menghormati jalan hidup mereka.Kami menghormati keinginan mereka untuk tetap berada di bawah Inggris, tetapi daerah itu tidak dihuni para warga Inggris," katanya kepada stasiun daerah Buenos Aires La Red.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon