Perempuan Asal AS Terlibat Komplotan Pencurian Uang Money Changer
Selasa, 16 Juli 2013 | 15:24 WIB
Jakarta - Subdit Kejahatan dan Kekerasan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, membekuk lima tersangka pencurian dengan kekerasan bermodus penukaran mata uang asing, di Jakarta dan sekitarnya. Salah satu tersangka yang tertangkap seorang perempuan warga Amerika Serikat (AS).
Juru Bicara Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Rikwanto, mengatakan pihaknya berhasil menangkap lima dari delapan orang pelaku pencurian itu.
"Pelakunya ada delapan, dua diantaranya perempuan. Kami berhasil tangkap lima orang, sementara tiga lainnya masih buron," ujar Rikwanto, di Mapolda Metro Jaya, Selasa (16/7).
Dikatakan Rikwanto, pelaku yang tertangkap berinisial MTM alias T (41), LNGC alias L (38) seorang perempuan warga negara Amerika Serikat, CS alias C (45), RR alias R (40), dan VW alias V (27) seorang perempuan. Sementara yang masih buron inisialnya SM, DG dan LL.
"Tersangka L merupakan warga negara Amerika Serikat dan kebetulan mantan istri T. Keduanya, ditangkap di Jalan Kelapa Dua Raya No.20, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Sabtu (13/7), CS dan RR ditangkap di Terminal Bus Bekasi, kemudian VW ditangkap di Kampung Poncol RT01 RW16, Duren Jaya, Bekasi Timur," tambahnya.
Rikwanto menyampaikan, modus para pelaku adalah melakukan transaksi penukaran mata uang asing. Tersangka meminta kantor money changer untuk mengatarkan uang itu di tempat yang sudah ditentukannya.
Ia melanjutkan, aksi terakhir komplotan ini terjadi di Kamar 3008 Hotel Aston, Taman Rasuna, Lantai 30, Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat (12/7) lalu. Setelah melakukan transaksi lewat telepon, salah satu pelaku meminta agar uangnya diantar ke hotel itu.
"Lalu dua karyawan JS dan KFP, mengantarnya. Sesampainya di kamar langsung disergap dan ikat. Uang sekitar Rp220 juta, dalam dollar Amerika Serikat, kemudian dibawa kabur pelaku. Sebelumnya untuk meyakinkan, pelaku mentransfer uang sebesar Rp26 juta," paparnya.
Direktur Reserse Kriminal Umum, Komisaris Besar Polisi Slamet Riyanto, menuturkan berdasarkan hasil pemeriksaan komplotan itu pernah beraksi di empat tempat berbeda, seperti di Apartemen Mediterania II Tower Gardena, Lantai 11GP, Tanjung Duren Selatan, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, sebanyak dua kali; Apartemen Nice Garden Mall of Indonesia, Kelapa Gading, Jakarta Utara dan Kamar Hotel Aston, Taman Rasuna, Lantai 30 Kamar 3008, Menteng, Setiabudi, Jakarta Selatan.
"Di Apartemen Mediterania, pelaku melancarkan aksi dua kali dan berhasil membawa kabur sekitar Rp250 juta, kemudian di Hotel Aston sekitar Rp220 juta dan Kelapa Gading tak berhasil memperoleh keuntungan karena korban kabur," jelasnya.
Slamet mengungkapkan, tersangka T merupakan otak pelaku. Ia berperan membuat perencanaan, mencari sasaran, mengambil barang-barang korban, dan membagi uang kejahatan. Sedangkan tersangka L warga Amerika Serikat, berperan sebagai penelpon money changer dan mengaku bernama Helen Prabowo.
"Tersangka CS merekrut orang untuk membantu melakukan pencurian, RR menyergap korban serta mengikat dan tersangka VW berperan membuka pintu, kemudian mempersilahkan korban masuk ke dalam," sebutnya.
Sementara para tersangka yang masih buron, berperan sebagai penyergap atau melumpuhkan korban dan mengumpulkan nomor kontak money changer. "Para tersangka mendapat bagian $2000 dollar sekali beraksi," ucapnya.
Slamet melanjutkan, T awalnya punya bisnis onderdil dan motor besar. Namun, karena bangkrut ia kemudian punya ide mengerjai money changer.
"Modus dirancang T dan sudah tiga kali menjalankan aksi. Namun, karena kita punya alat yang lumayan bagus makanya cepat terlacak," imbuhnya.
Selama menjalankan aksi di empat TKP, kata Slamet, komplotan itu telah meraup keuntungan sekitar Rp600 juta.
"Saat ini kami masih melakukan pengejaran terhadap ketiga pelaku yang buron. Para pelaku akan dijerat Pasal 365 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan, ancaman hukumannya 7 tahun penjara," tandasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo




