Perempuan Asal AS Bantah Terlibat Pencurian Uang Money Changer
Selasa, 16 Juli 2013 | 20:29 WIB
Jakarta - L (38), seorang perempuan warga negara Amerika Serikat (AS) mengaku tak terlibat dalam kasus pencurian dengan kekerasan terhadap karyawan money changer, di Hotel Aston, Taman Rasuna, Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan.
"Saya tidak ikut aksi kejahatan itu. Saya tidak tahu," ujar L kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Selasa (16/7).
Dikatakan L, ia hanya meminjamkan uang sebesar Rp26 juta kepada mantan suaminya tersangka T. Ternyata, uangnya diduga dipakai T yang merupakan otak komplotan pencurian itu untuk mendanai aksinya.
"Saya tidak tahu kalau uang itu digunakan untuk kejahatan. Dia (T) bilang kalau pinjam uang untuk bayar utang. Ia berjanji akan kembalikan uangnya tanggal 10 Juli, ya saya pinjamkan saja," tambahnya.
L mengungkapkan, justru ia mendapatkan ancaman atau intimidasi dari mantan suaminya jika tak mau meminjamkan uang. "Dia ancam mau sebar foto bugil saya," katanya.
Menurut L, dirinya terpaksa meminjamkan uang kepada T karena takut mantan suaminya itu mengirimkan foto-foto bugilnya ke suaminya sekarang yang merupakan warga Amerika Serikat.
Selain diduga mendanai tindak kejahatan, L juga disebut sebagai pemesan kamar 3008 Hotel Aston, Taman Rasuna, Setiabudi, Jakarta Selatan.
"Saya tak tahu. Alasannya, dia mau kedatangan enam orang teman dari Malaysia dan butuh tempat. Ia yang bikin KTP palsu saya untuk memesan kamar. Dia dulu pegang KTP saya," bilangnya.
Kini, guna menjalani perkaranya L meminta kepada penyidik untuk mendatangkan pihak Kedutaan Besar Amerika Serikat dan pengacara. "Saya harus bertemu dengan Kedubes AS dan pengacara," tandasnya.
Sementara itu, salah satu perempuan lain yang diduga juga ikut terlibat berinisial VW (27), mengaku mendapatkan imbalan Rp 5 juta dalam aksi pencurian itu.
Ihwal bagaimana ia bisa terlibat dengan komplotan itu, berawal ketika ia berkenalan dengan tersangka CS, di sebuah warung pecel lele, di Bekasi. Selanjutnya, ia ditawarkan menjadi pembantu.
"Saya awalnya nggak kenal sama dia (CS). Lalu ditawari sebagai pembantu. Tugasnya katanya hanya buka pintu saja. Terus nanti saya digaji Rp5 juta," sebutnya.
Melihat ada tawaran menggiurkan, ia pun langsung mengamini ajakan CS. "Saya perlu uang. Suami cuma tukang ojek, sementara anak saya empat," kata dia.
Kemudian, katanya, ia diajak CS ke Hotel Aston, Taman Rasuna, Setiabudi, Jakarta Selatan. Selanjutnya, menjalankan tugas sebagai pembuka pintu.
"Setelah membukakan pintu, saya disuruh masuk kamar lagi. Setelah itu saya tidak tahu apa yang terjadi," tukasnya.
Diketahui, L bersama tersangka T ditangkap aparat Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, terkait kasus pencurian dengan kekerasan bermodus permintaan penukaran uang asing, di sebuah rumah di Jalan Kelapa Dua Raya No.20 Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Sabtu (13/7) sekitar pukul 07.00.
Sementara, tersangka VW dibekuk di di Kampung Cerewet Poncol RT 001/016 Kelurahan Duren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi pada Sabtu (13/7) pukul 16.00.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo




