Penembak Jitu Bakal Amankan Arus Mudik
Selasa, 23 Juli 2013 | 00:48 WIB
Pekanbaru - Kepolisian Daerah Provinsi Riau menyiapkan sejumlah penembak jitu (sniper) pada gelar pengamanan arus mudik dan arus balik Hari Raya Idul Fitri bernama "Operasi Ketupat" 2013.
"Operasi Ketupat digelar untuk memberikan rasa nyaman terhadap masyarakat dalam menjalankan mudik Lebaran dan saat balik nantinya," kata Kapolda Riau Brigjen (Pol) Condro Kirono kepada Antara di Pekanbaru usai menggelar rapat koordinasi bersama jajaran, Senin (22/7) malam.
Rapat koordinasi dilaksanakan di salah satu ruangan pada Kompleks Sekolah Polisi Negara (SPN) Pekanbaru yang berlokasi di Jalan Patimura, Pekanbaru.
Kapolda mengatakan, pihaknya juga akan menyiapkan sejumlah personel terlatih, salah satunya tim penembak jitu yang akan ditempatkan di sejumlah wilayah rawan kejahatan.
Kepala Bidang Humas Polda Riau Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Hermansyah mengatakan, rapat koordinasi internal dan antar instansi dilaksanakn untuk memperkuat tim terpadu dalam pelaksanaan "Operasi Ketupat" 2013.
Operasi khusus tersebut, demikian Hermansyah, direncanakan akan dimulai pada tanggal 2 Juli atau H-7 Lebaran dan berlangsung hingga H+7 Lebaran.
Ia mengatakan, operasi dilaksanakan di seluruh jajaran Polda Riau atau di tiap satuan wilayah Polres di masing-masing kabupaten dan kota di Riau.
Nantinya, kata dia, di tiap wilayah Polres kabupaten dan kota juga akan didirikan pos pemantau jalur mudik dan arus balik lebaran.
"Pos pengamanan arus mudik dan arus balik lebaran didirikan secukupnya di tiap kabupaten dan kota dengan penempatan personel sepuluh hingga 15 orang," katanya.
Hermansyah mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan berapa banyak jumlah personel termasuk penembak jitu yang akan dilibatkan dalam "Operasi Ketupat" 2013.
"Yang jelas tidak akan jauh berbeda dengan Idul Fitri tahun sebelumnya. Begitu juga dengan jumlah pos pemantau arus mudik dan arus balik lebaran, berapa jumlahnya akan ditentukan dalam rapat lanjutan di masing-masing Polres," katanya.
Pada musim mudik perayaan Idul Fitri 2012, Polda Riau sebelumnya melibatkan sedikitnya 6.000 personel untuk melakukan pemantauan dan ditempatkan di sejumlah posko mudik.
Bahkan ketika itu, Polda juga menyebar sedikitnya 20 personel penembak jitu atau sering disebut sniper di beberapa titik yang dinilai rawan aksi kejahatan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo




