Terkait Transfer Ponaryo, Sriwijaya FC Dapatkan Kompensasi

Selasa, 7 Januari 2014 | 21:19 WIB
B
YD
Penulis: BeritaSatu | Editor: YUD
Pelatih Indonesia XI, Djajang Nurjaman (tengah) didampingi salah satu pemain Indonesia XI, Ponaryo Astaman, berjabat tangan dengan pelatih Fulham FC U-21, Kit Symons (kanan) usai memberikan keterangan kepada wartawan di Yogyakarta, Senin (30/9).
Pelatih Indonesia XI, Djajang Nurjaman (tengah) didampingi salah satu pemain Indonesia XI, Ponaryo Astaman, berjabat tangan dengan pelatih Fulham FC U-21, Kit Symons (kanan) usai memberikan keterangan kepada wartawan di Yogyakarta, Senin (30/9). (Antara/Regina Safri)

Palembang - Sriwijaya Football Club menerima kompensasi berupa uang atas kepindahan Ponaryo Astaman ke PSM Makassar. Kompensasi tersebut didapatkan Sriwijaya FC karena Ponaryo masih terikat kontrak selama satu musim kompetisi bersama Laskar Wong Kito.

"Ponaryo sudah resmi menjadi milik PSM karena manajemen Sriwijaya FC telah menerima kompensasi senilai Rp150 juta atas kepindahan tersebut," kata Direktur Teknik PT Sriwijaya Optimis Mandiri Hendri Zainuddin di Palembang, Selasa (7/1).

Ia mengemukakan, meski menerima kompensasi namun pada prinsipnya dana tersebut tidak ditransfer ke rekening manajemen Sriwijaya FC.

Hal itu terjadi lantaran, Sriwijaya FC memiliki tunggakan gaji dengan Ponaryo sebesar Rp190 juta.

"Jadi uang tersebut ditransfer PSM langsung ke rekening Ponaryo, sementara Sriwijaya FC sendiri masih berhutang Rp40 juta," katanya.

Ia menambahkan, kesepakatan antara kedua belah pihak tersebut akan diperkuat dengan perjanjian tertulis, karena Sriwijaya FC berkewajiban mengeluarkan surat sebagai pernyataan telah melepaskan Ponaryo.

Surat resmi harus diberikan ke manajemen PSM agar Ponaryo bisa didaftarkan ke PT Liga Indonesia untuk bermain pada kompetisi musim ini.

Ponaryo Astaman memperkuat Sriwijaya FC sejak musim kompetisi 2010-2011 ketika masih dilatih Rahmad Darmawan.

Pada musim lalu, manajemen klub asal Sumsel mengikat mantan punggawa Timnas itu dalam dua musim sekaligus, karena dipandang layak dipertahankan menyusul peran vital ketika di lapangan hijau.

Namun seiring dengan aksi mogok sejumlah pemain pada musim lalu membuat manajemen meninjau ulang keputusan itu. Akhirnya, Ponaryo menyatakan keinginan hengkang dari skuat Laskar Wong Kito dan bergabung ke PSM.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon