Dikritisi Pemerintah dan Sejumlah Politisi, MK Dibela Azis Syamsuddin

Jumat, 14 Februari 2014 | 18:50 WIB
MS
B
Penulis: Markus Junianto Sihaloho | Editor: B1
Fraksi Partai Golkar Bambang Susatyo (kiri) dan Wakil Ketua Komisi III DPR-RI Azis Syamsudin (kanan)
Fraksi Partai Golkar Bambang Susatyo (kiri) dan Wakil Ketua Komisi III DPR-RI Azis Syamsudin (kanan) (ANTARA FOTO/ANTARA FOTO)

Jakarta - Sejumlah politisi mengkritik Mahkamah Konstitusi (MK) karena mengeluarkan putusan yang membatalkan UU No 4/2014 tentang penetapan Perpres 1/2013 tentang MK.

Karena itu, Wakil Ketua Komisi III DPR RI Azis Syamsuddin mengimbau agar semua pihak bisa menghormati putusan MK tersebut.

Menurut Azis, berbagai pihak yang kontra, dari pemerintah, pengamat, hingga sejumlah anggota DPR harus menghormati dan melaksanakan putusan tersebut. Sebab putusan MK merupakan putusan tertinggi yang bersifat final dan mengikat.

"Kalau sudah ada putusannya, jangan ada penafsiran hukum. Dengan putusan ini, maka ketentuannya kembali kepada ketentuan undang-undang awal," kata Azis di Jakarta, Jumat (14/2).

Pernyataan Azis itu sekaligus menanggapi pernyataan sejumlah anggota dewan yang mengkritik putusan MK itu. Misalnya, Anggota Komisi III DPR dari PAN, Taslim Chaniago, yang menilai putusan MK aneh. Pasalnya putusan itu peruntukkannya bagi institusi MK sendiri.

"Aneh juga, MK menguji undang-undang yang mengatur dirinya dan ini sudah kita prediksi dari awal bahwa MK itu akan membatalkan," kata Taslim, Jumat (14/2).

Pendapat senada juga disampaikan legislator asal Fraksi Partai Demokrat, Harry Witjaksana, yang mengatakan ada problem serius di putusan MK itu. Sebab MK mengadili dirinya sendiri sehingga bisa dianggap tidak bisa berlaku obyektif.

Dia menuduh, karena menyangkut eksistensi dirinya sendiri, hakim MK mencari celah-celah hukum yang bisa menggagalkan Perppu MK.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon