Petugas KPPS Rentan Disuap

Sabtu, 8 Maret 2014 | 00:30 WIB
AS
FB
Penulis: Arnold H Sianturi | Editor: FMB
Ilustrasi kampanye tolak politik uang
Ilustrasi kampanye tolak politik uang (Istimewa)

Medan - Petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) paling rentan disuap calon legislatif (Caleg) saat pemilihan umum (Pemilu) di bulan April 2014.

"Oknum - oknum itu lebih mudah diberdayakan caleg supaya bisa menang," ujar Koordinator Pusat Monitoring Politik dan Hukum Indonesia (PMPHI), Gandi Parapat, Sabtu (8/3).

Gandi mengatakan, modus operandi dari caleg untuk bermain curang saat pemilu, itu dilakukan dengan membayar oknum petugas KPPS yang sudah terpilih jauh hari sebelumnya.

"Setiap oknum petugas diberdayakan untuk mengarahkan keluarga dan masyarakat, supaya memilih caleg tersebut. Ini lebih efektif dari pada memberdayakan tim sukses," katanya.

Dia mengungkapkan, setiap orang yang diarahkan untuk memilih caleg hitam itu diberikan imbalan bervariasi. Ini tergantung kepada setiap kepala keluarga (KK) yang ikut memilih.

"Satu orang pemilih dibayar dengan nilai paling kecil sebesar Rp 350 ribu saat pemilu mendatang. Dan setiap petugas KPPS di tempat pemungutan suara diduga diberdayakan," jelasnya.

Menurutnya, nilai uang yang diberikan itu tentunya belum termasuk buat oknum petugas KPPS. Untuk setiap TPS, petugas diiming-imingi imbalan sebesar Rp 2,5 juta.

"Upaya penyelenggara pemilu supaya pemilu legislatif itu berjalan dengan jujur dan adil, adalah dengan memberikan ruang buat masyarakat agar bisa mempidanakan oknum - oknum itu," sebutnya. 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon