Kendari Endemis DBD
Jumat, 18 November 2011 | 07:42 WIB
"Seluruh kecamatan yang ada di Kendari merupakan daerah endemi DBD. Sehingga, siapapun di daerah ini berpotensi terserang DBD."
Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), masih menjadi daerah endemis penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). "Seluruh kecamatan yang ada di Kendari merupakan daerah endemi DBD. Sehingga, siapapun di daerah ini berpotensi terserang DBD," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kendari, dr Maryam Rufiah, di Kendari, Kamis (17/11).
Menurut dia, kasus DBD banyak terjadi pada akhir tahun sampai awal tahun. Karena saat itu terjadi pergantian musim. "Sebab itu, kami imbau kepada warga agar senantiasa menjaga kebersihan lingkungan masing-masing, karena lingkungan kotor menjadi pemicu mewabahnya DBD," jelas Maryam.
Dia menambahkan, untuk mengantisipasi tingginya kasus tersebut, pemerintah telah menginstruksikan kepada masyarakat untuk menerapkan pola Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
"Tim PHBS di semua kecamatan yang ada di Kendari telah kita bentuk guna melakukan penyuluhan kepada masyarakat tentang pentingnya PHBS dalam mengantisipasi mewabahnya DBD," ujar Maryam.
Tim PHBS di masing-masing kecamatan itu aktif melakukan sosialisasi dan kampanye penerapan pola hidup bersih dan sehat. "Kampanye dan sosialisasi PHBS yang kami lakukan di masyarakat, tersebut, melibatkan aparat pemerintah setempat seperti ketua RT ketua RW, lurah dan camat," ujarnya.
Untuk lebih memperkuat tim PHBS di kecamatan tersebut, lanjutn Maryam, pihaknya juga membentuk tim PHBS diseluruh pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) yang ada di semua wilayah Kota Kendari agar penerapan PHBS kepada masyarakay lebih maksimal.
"Jumlah puskesmas yang ada saat ini sebanyak 14 unit, tim PHBS puskesmas ini dipimpin langsung oleh masing-masing kepala puskesmas," pungkasnya.
Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), masih menjadi daerah endemis penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). "Seluruh kecamatan yang ada di Kendari merupakan daerah endemi DBD. Sehingga, siapapun di daerah ini berpotensi terserang DBD," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kendari, dr Maryam Rufiah, di Kendari, Kamis (17/11).
Menurut dia, kasus DBD banyak terjadi pada akhir tahun sampai awal tahun. Karena saat itu terjadi pergantian musim. "Sebab itu, kami imbau kepada warga agar senantiasa menjaga kebersihan lingkungan masing-masing, karena lingkungan kotor menjadi pemicu mewabahnya DBD," jelas Maryam.
Dia menambahkan, untuk mengantisipasi tingginya kasus tersebut, pemerintah telah menginstruksikan kepada masyarakat untuk menerapkan pola Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
"Tim PHBS di semua kecamatan yang ada di Kendari telah kita bentuk guna melakukan penyuluhan kepada masyarakat tentang pentingnya PHBS dalam mengantisipasi mewabahnya DBD," ujar Maryam.
Tim PHBS di masing-masing kecamatan itu aktif melakukan sosialisasi dan kampanye penerapan pola hidup bersih dan sehat. "Kampanye dan sosialisasi PHBS yang kami lakukan di masyarakat, tersebut, melibatkan aparat pemerintah setempat seperti ketua RT ketua RW, lurah dan camat," ujarnya.
Untuk lebih memperkuat tim PHBS di kecamatan tersebut, lanjutn Maryam, pihaknya juga membentuk tim PHBS diseluruh pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) yang ada di semua wilayah Kota Kendari agar penerapan PHBS kepada masyarakay lebih maksimal.
"Jumlah puskesmas yang ada saat ini sebanyak 14 unit, tim PHBS puskesmas ini dipimpin langsung oleh masing-masing kepala puskesmas," pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
HUKUM & HANKAM
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
SUMATERA SELATAN
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo




