Awas, Aplikasi Perusak di Android
Senin, 21 November 2011 | 04:43 WIB
Aplikasi malware ini meningkat 472 persen dan diprediksi bakal terus meningkat.
Kesuksesan sistem operasi Android milik Google rupanya menjadi sasaran empuk peretas (hacker). Menurut perusahaan keamanan jaringan Juniper Networks Aplikasi perusak (malware) ini sudah meningkat hingga 472 persen sejak Juli tahun ini.
Juniper mengklaim malware ini meningkat drastis pada periode September hingga Oktober dan diprediksi populasiny aakan terus meningkat dalam beberapa bulan mendatang.
"Mayoritas aplikasi berbahaya ini mengincar komunikasi, lokasi atau data personal yang berisi informasi identitas. Dari contoh malware Android, 55 persen memiliki ciri seperti spyware atau semacamnya. Tipe serangan lain yang mencapai jumlah 44 persen adalah SMS Kuda Troya, yang mengirimkan sms dengan tarif premium yang dimiliki penyerang, tanpa sepengetahuan sang pemilik," demikian pernyataan dari Juniper seperti dikutip dari Daily Mail.
Android saat ini menjadi sistem operasi terpopuler untuk mengunduh aplikasi, mengalahkan kombinasi iPhone dan iPad.
Sistem operasi milik Google itu menyumbangkan 44 persen dari seluruh aplikasi yang diunduh pada kuartal kedua tahun ini. Sementara itu Apple hanya mencapai 31 persen saja.
Pada saat ini belum ditemukan cara untuk menghentikan peredaran serta pertumbuhan malware yang menyerang Android. Ini terjadi karena toko online aplikasi milik Google diterapkan secara terbuka begitu pula dengan peninjauan aplikasi yang diedarkan dalam toko tersebut.
Kesuksesan sistem operasi Android milik Google rupanya menjadi sasaran empuk peretas (hacker). Menurut perusahaan keamanan jaringan Juniper Networks Aplikasi perusak (malware) ini sudah meningkat hingga 472 persen sejak Juli tahun ini.
Juniper mengklaim malware ini meningkat drastis pada periode September hingga Oktober dan diprediksi populasiny aakan terus meningkat dalam beberapa bulan mendatang.
"Mayoritas aplikasi berbahaya ini mengincar komunikasi, lokasi atau data personal yang berisi informasi identitas. Dari contoh malware Android, 55 persen memiliki ciri seperti spyware atau semacamnya. Tipe serangan lain yang mencapai jumlah 44 persen adalah SMS Kuda Troya, yang mengirimkan sms dengan tarif premium yang dimiliki penyerang, tanpa sepengetahuan sang pemilik," demikian pernyataan dari Juniper seperti dikutip dari Daily Mail.
Android saat ini menjadi sistem operasi terpopuler untuk mengunduh aplikasi, mengalahkan kombinasi iPhone dan iPad.
Sistem operasi milik Google itu menyumbangkan 44 persen dari seluruh aplikasi yang diunduh pada kuartal kedua tahun ini. Sementara itu Apple hanya mencapai 31 persen saja.
Pada saat ini belum ditemukan cara untuk menghentikan peredaran serta pertumbuhan malware yang menyerang Android. Ini terjadi karena toko online aplikasi milik Google diterapkan secara terbuka begitu pula dengan peninjauan aplikasi yang diedarkan dalam toko tersebut.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
HUKUM & HANKAM
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
SUMATERA SELATAN
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo




